Liputan6.com, Jakarta - Chelsea dilaporkan akan menghadapi persaingan ketat jika ingin merekrut kembali penggawa Strasbourg Diego Moreira.
Raksasa Italia, Juventus, dikabarkan telah memasuki persaingan dan sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk menegosiasikan kesepakatan untuk bek sayap muda tersebut pada 2026.
Advertisement
Salah satu alasan yang diperkirakan mendasari keinginan Juventus untuk merekrut Moreira diyakini adalah fleksibilitasnya. Ia bisa bermain di mana saja di sisi kiri lapangan dan juga sebagai penyerang kanan.
Dilansir SportsMole, pada Juli 2023, The Blues merekrut Moreira dengan status bebas transfer. Dia diproyeksikan sebagai peluang pasar ketimbang aset yang dapat langsung memberi pengaruh di tim utama.
Setelah hanya tampil satu kali selama 45 menit dalam pertandingan Carabao Cup melawan AFC Wimbledon ia pindah ke Strasbourg setahun berselang.
Di Prancis, pemain berusia 21 tahun itu telah berkembang menjadi salah satu pemain sisi kiri terbaik di Ligue 1 dengan tiga gol dan 10 assist dari 45 penampilan. Ia menjadi penyedia umpan penting bagi pemain seperti Samu Aghehowa dan kawan-kawan.
Bangkit di Strasbourg dan Debut Timnas
Pemain Belgia ini menunjukkan lonjakan performa yang luar biasa di Prancis. Dalam 45 penampilan bersama Strasbourg, ia telah menyumbangkan tiga gol dan 10 assist, menjadikannya salah satu kreator utama di tim tersebut.
Salah satu momen gemilang terjadi pada duel versus juara Prancis dan Eropa Paris Saint-Germain tengah bulan ini.
Dia menunjukkan kematangannya dengan menyumbang satu gol dan satu assist dalam laga yang berakhir 3-3. Penampilan gemilang Moreira pun membawanya melakukan debut untuk timnas.
Kini kinerjanya yang fenomenal telah memicu spekulasi tentang kemungkinan Chelsea merekrutnya kembali di masa depan. Moreira bermain sebagai pemain sayap kiri dalam kekalahan Strasbourg baru-baru ini dan bermain penuh sepanjang pertandingan.
Rencana Pembajakan dari Juventus
Chelsea bakal mendapat pesaing jika ingin memiliki Moreira. Dilansir SportsMole, Juventus serius mempertimbangkan rencana kesepakatan dengan sang pemain pada musim panas 2026.
Meski sedang tidak memiliki pelatih usai memecat Igor Tudor, manajemen raksasa Italia itu terus membangun skuad demi mengakhiri paceklik gelar Serie A.