Liputan6.com, Beijing - Hewan peliharaan selalu mampu meningkatkan semangat yang ternyata dapat membantu seseorang menghadapi tekanan atau gangguan mental, sehingga pria asal China ini membangun terapi hewan untuk membantu banyak orang.
Pria bernama Wu Qi (44), asal Zhejiang, dikenal sebagai "bapak anjing terapi Tiongkok" atas program yang dibuatnya untuk kesejahteraan masyarakat dengan bantuan hewan, dilansir dari South China Morning Post, Kamis (30/10/2025).
Advertisement
Pada tahun 2006, ia keluar dari pekerjaannya yang bergaji tinggi di perusahaan game demi mengikuti keinginannya membantu orang lain melalui hewan, dengan membuat terapi anjing.
Tak hanya itu saja, kegigihannya terlihat dari berdirinya toko hewan peliharaan di sebuah kompleks perumahan dan mulai membuka taman peliharaan selama dua tahun.
Sementara itu, pendidikannya justru tidak berkaitan dengan dunia hewan, di mana ia merupakan lulusan ilmu komputer di Universitas Nanjing.
Tetapi tekadnya yang kuat mendorongnya untuk dapat mengembangkan terapi hewan dan menjadikan pekerjaan ini dapat bermanfaat bagi banyak orang.
Komunikasi Bersama Hewan
Sebagai seseorang yang memiliki autisme ringan, ia tidak menyerah sedikit pun untuk mewujudkan terapi hewan ini.
Terlebih lagi, setelah dirinya merasakan ikatan yang kuat dengan anjing peliharaan pertama, yang ditemukan di tempat sampah ketika berusia sembilan tahun.
Ketika dirinya dewasa, Wu menambah seekor anjing ras husky, tetapi dirinya dibuat lelah dengan anjingnya karena sofa rumahnya dirobek-robek saat ia pulang.
Tak ada pilihan lain lagi, ia mengirim anjing husky tersebut ke pusat pelatihan. Anehnya, ada sesuatu yang berbeda dari sifat sebelumnya yang aktif dan periang.
Saat kembali, hewan peliharaannya justru menjadi pemalu dan sensitif. Pengalaman itu membuat Wu terdorong untuk mempelajari sendiri metode pelatihan hewan peliharaan secara ilmiah.
Seiring waktu, ia mulai membagikan pengetahuan dan pengalaman pelatihannya melalui media sosial. Hingga akhirnya dikenal luas dan diundang untuk tampil di sebuah program televisi bersama husky-nya pada tahun 2012.
Cerita Haru Seorang Ibu
Dari acara tersebut, seorang ibu dengan anak autis menghampirinya. Anak itu awalnya menolak berbicara dengan Wu, tetapi secara sadar ia meniru gerak-geriknya saat ia berinteraksi dengan anjing.
Sang ibu yang melihatnya terharu karena pertama kalinya ia melihat anaknya meniru orang asing.
Perlahan momen ini menginspirasi Wu untuk memperkenalkan konsep terapi hewan yang berbasis ilmiah di Tiongkok dan sebuah program pelatihan.
Melalui pelatihan dengan memeriksa berbagai aspek perilaku anjing, Wu telah melatih lebih dari 5.000 hewan peliharaan dan memiliki 400 hewan yang lulus ujian anjing terapi profesional.
Berkat perjuangannya mendirikan terapi hewan, organisasi dengan nama "Paw for Heal" miliknya telah melayani lebih dari 150.000 orang.
Wu juga memastikan jam kerja anjing di terapinya tidak lebih dari empat jam sehari, dan selalu mendapat waktu bermain serta perawatan seperti pijat.
Dukungan pun didapatkan oleh banyak orang hingga pengamat turut memberikan komentar positifnya.
"Saya berharap program Wu dapat dipromosikan secara nasional. Orang-orang harus tahu bahwa anjing yang terlatih dengan baik tidak membawa kita rasa takut atau cedera, tetapi kehangatan dan kebahagiaan," ucapnya.