Influenza A Dapat Menyebabkan Komplikasi, Kenali Gejalanya

Influenza A adalah infeksi pernapasan menular dengan gejala yang muncul tiba-tiba. Penting untuk mengenali gejala Influenza A agar dapat segera mencari penanganan yang tepat.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 27 Oktober 2025, 15:15 WIB
Ilustrasi demam tinggi dan batuk kering merupakan gejala influenza. (Sumber: Freepik//karlyukav).

Liputan6.com, Jakarta Perubahan cuaca yang tidak menentu seperti saat ini kerap meningkatkan peluang penyebaran penyakit, apalagi ketika daya tahan tubuh sedang turun. Salah satu penyakit yang umum terjadi adalah influenza.

Meski terlihat seperti batuk pilek biasa, flu atau influenza sebenarnya merupakan penyakit pernapasan yang lebih serius, bahkan influenza A memiliki risiko komplikasi yang cukup berat seperti disampaikan dokter Hastomo Prabowo.

Hastomo mengatakan terdapat tiga tipe utama virus influenza yang dapat menyerang manusia, yaitu A, B, dan C.

"Dari ketiga tipe tersebut, virus influenza A cenderung menyebabkan penyakit flu yang gejalanya lebih berat dan kerap menjadi penyebab wabah flu musiman, bahkan pandemi global," kata dokter yang praktik di RS Pondok Indah - Pondok Indah Jakarta ini.

Penularan influenza A dapat terjadi melalui percikan droplet ketika seseorang batuk, bersin, atauberbicara dan secara tidak sengaja terhirup oleh orang yang sehat.

Selain itu, penularan juga dapat terjadi ketika seseorang menyentuh permukaan yang telah terkontaminasi virus influenza A, kemudian ia menyentuh mata, hidung, atau mulut mereka.

Gejala Influenza A, Banyak yang Tidak Sadar Sudah Kena

Gejala influenza A umumnya lebih berat dibandingkan dengan flu biasa (common cold). Diantaranya:

  • Batuk kering atau berdahak, yang disertai dengan sakit tenggorokan, pilek, atau hidung tersumbat
  • Demam tinggi (dapat mencapai 39 - 40 derajat Celsius)
  • Menggigil atau meriang
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan sendi (pegal-pegal)
  • Kelelahan dan lemas
  • Mual muntah dengan atau tanpa disertai diare.

Cara Membedakan Influenza dengan Penyakit Pernapasan Lain

Hastomo mengatakan pemeriksaan jenis influenza merupakan hal yang penting. Hal ini penting agar pasien  segera mendapatkan penanganan yang efektif juga untuk membedakan flu dengan penyakit pernapasan lain. Serta untuk memastikan terapi pengobatan yang tepat sasaran dan meminimalisir risiko komplikasi.

Saat pasien datang terkait penyakitnya, dokter biasanya akan melakukan anamnesis (wawancara medis) dan pemeriksaan fisik.

Untuk memastikan secara akurat, pasien disarankan untuk melakukan Respiratory Syndromic Testing (RST).

"RSTmerupakan pemeriksaan berbasis PCR yang dapat mengidentifikasi hingga 19 virus dan 4 bakteri, termasuk influenza A, human metapneumovirus (HMPV) dan respiratory syncytial virus (RSV), dalam satu pemeriksaan komprehensif," kata Hastomo.

Dengan hasil pemeriksaan ini, pasien akan mendapatkan diagnosis yang cepat dan akurat untukpengobatan efektif sesuai dengan identifikasi patogen.

Penanganan Influenza A

Bila hasil pemeriksaan menunjukkan pasien terinfeksi Influenza A maka dokter akan memberikan terapi pengobatan yang sesuai. Seperti memberikan pereda demam dan nyeri serta obat antivirus untuk mencegah komplikasi.

"Kasus influenza A yang masih tergolong ringan biasanya dapat sembuh dalam 5-7 hari," kata Hastomo.

Dokter juga akan menyarankan istirahat yang cukup dan makan tinggi protein agar tubuh dapat melawan infeksi secara optimal dan mencukupi asupan cairan untuk mencegah dehidrasi.

Mencegah Lebih Baik dari Mengobati

Melihat tingginya kasus penularan influenza dan perubahan cuaca yang tidak dapat dihindari, pencegahan paling optimal adalah dengan melakukan vaksinas influenza tahunan.

"Vaksinasi menjadi cara yang optimal, mengingat virus influenza terus bermutasi," kata Hastomo.

Selain itu, jagalah kebersihan diri dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, hindari menyentuh wajah (mata, hidung, dan mulut), dan menutup mulut/hidung saat batuk atau bersin menggunakan tisu atau siku bagian dalam.

Pakai juga masker, terutama di tempat dan transportasi umum. Di samping itu, terapkan gaya hidup sehat dengan melakukan olahraga rutin, melengkapi suplementasi dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang (karbohidrat, protein, dan lemak) untuk menjaga daya tahan tubuh.

Tidak lupa juga mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya akan vitamin dan mineral seperti sayur dan buah, juga tidur yang cukup agar dapat menunjang imunitas tubuh.

 

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya