Hotel Harmoni di Batam Terbakar, Empat Tewas

Empat orang tewas dan belasan lainnya luka-luka menyusul kebakaran di Hotel Harmoni, Batam, Riau. Korban tewas lantaran terjun dari lantai delapan saat api berkobar di lantai 9.

oleh Liputan6Diterbitkan 07 September 2003, 15:03 WIB
Liputan6.com, Batam: Sedikitnya empat orang tewas dan belasan lainnya luka-luka menyusul kebakaran di Hotel Harmoni, Batam, Riau, Ahad (7/9) sekitar pukul 03.25 WIB. Korban tewas lantaran terjun dari lantai delapan saat api berkobar di lantai 9. Keempat korban tewas adalah Zulherianto yang juga Sekretaris Dewan Kabupaten Siak Sri Indrapura, Kepala Seksi Perencanaan Kantor Permukiman dan Prasarana Wilayah Pekanbaru Nurdin, seorang warga Singapura bernama Achwat, dan seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya. Sejauh ini belum ada keterangan resmi penyebab kebakaran di hotel berbintang empat itu.

Koresponden SCTV Erwan Buntaro dan Aloysius Aran melaporkan, belum ada keterangan sebab-sebab kebakaran. Namun, diduga api muncul akibat hubungan arus pendek di ballroom lantai 9. Saat kebakaran terjadi, hotel ini tengah dihuni 200 tamu yang sebagian besar adalah warga negara Singapura dan Malaysia. Sejauh ini belasan korban luka-luka masih dirawat di Rumah Sakit Harapan Bunda, RS Budi Kemuliaan, dan RSU Kota Batam.

Peristiwa kebakaran juga terjadi di Pasar Manggisan, Kecamatan Tanggul, Jember, Jawa Timur, kemarin malam. Meski sempat terjadi tujuh kali ledakan kebakaran yang diduga menelan kerugian hingga Rp 1 miliar ini tak sampai menimbulkan korban. Sejauh ini, penyebab kebakaran diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik di sebuah toko elpiji.

Api mulai muncul sekitar pukul 19.00 WIB dari sebuah toko elpiji di pasar tersebut. Namun, saat itu warga warga tak berani mendekat toko elpiji lantaran dikhawatirkan akan terjadi ledakan. Selang dua jam kemudian, api baru bisa dijinakkan oleh petugas pemadaman kebakaran setempat. Diduga, ada unsur kesengajaan dalam insiden ini mengingat keberadaan pasar itu dianggap mengganggu lalu lintas dan sudah tak layak lagi.(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya