Emiten FORE Raup Laba Bersih Rp 60,11 Miliar hingga September 2025

PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mencatat laba Rp 60,11 miliar dan pendapatan Rp 1,04 triliun.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 27 Oktober 2025, 11:00 WIB
Program "Indonesia Spice Up the World" bertujuan meningkatkan ekspor bumbu atau rempah sebesar 2 miliar dolar AS (Rp31,3 triliun) dan menambah jumlah restoran Indonesia hingga mencapai 4 ribu gerai di luar negeri pada tahun 2024. (dok. Fore Coffee)

Liputan6.com, Jakarta - PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) membukukan laba bersih sebesar Rp 60,11 miliar sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Capaian tersebut melonjak dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 42,35 miliar.

Melansir laporan keuangan Perseroan pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/10/2025), kenaikan laba bersih ditopang pertumbuhan penjualan dan efisiensi di sisi operasional. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim, penjualan neto mencapai Rp 1,04 triliun, meningkat 43,2% dari Rp 727,37 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, total laba komprehensif periode berjalan meningkat menjadi Rp 61,14 miliar, naik dari Rp 41,40 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Dari sisi neraca, total aset perseroan melonjak menjadi Rp 1,05 triliun hingga akhir September 2025, naik signifikan dari Rp 640,76 miliar pada akhir Desember 2024. 

Lonjakan aset terutama didorong oleh peningkatan kas dan bank menjadi Rp 329,40 miliar. Di sisi lain, total liabilitas meningkat tipis menjadi Rp 402,96 miliar, sementara ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak menjadi Rp 651,47 miliar, dibandingkan Rp 253,12 miliar pada akhir tahun sebelumnya.

Adapun FORE juga mencatat pertumbuhan EBITDA hingga 62% Year on Year (YoY). Kinerja impresif ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang tinggi, mencapai 43% YoY.  EBITDA FORE pada periode sembilan bulan tahun ini melonjak 62% YoY menjadi Rp 200,6 miliar, bahkan sudah melampaui capaian setahun penuh 2024 yang tercatat sebesar Rp 189 miliar. 

Presiden Direktur FORE, Vico Lomar mengatakan kinerja ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang tinggi, mencapai 43% YoY. 

“Perseroan mengaitkan keberhasilan ini dengan ekspansi jaringan toko yang pesat, yang memungkinkan FORE untuk tumbuh secara tangguh di tengah kondisi ekonomi yang dinamis," ujarnya dalam keterangan resmi, melansir keterbukaan informasi BEI. 

Adapun dari Januari hingga September 2025, Fore Coffee Indonesia berhasil meluncurkan lebih dari 60 gerai baru, sejalan dengan tujuan strategisnya untuk tahun ini. Per September 2025, Fore Coffee mengoperasikan 290 toko di lebih dari 50 kota di Indonesia dan Singapura.

FORE Genjot Ekspansi 2025, Targetkan Kinerja Lebih Agresif

(dok. Fore Coffee)

Sebelumnya, Fore Coffee menatap 2025 dengan optimisme tinggi setelah mencatat lonjakan kinerja keuangan pada tahun buku 2024. Direktur Utama PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE), Vico Lomar, menegaskan meski ekonomi melambat, sektor makanan dan minuman terutama kopi dan minuman non‑alkohol masih menyimpan prospek pertumbuhan kuat.

"Antusiasme pelanggan terhadap inovasi produk kami seperti Butterscotch Sea Salt Latte dan Triple Peach Americano, yang sukses menjadi produk terlaris, menjadi bukti daya tarik pasar yang berkelanjutan," ujar Vico dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (1/7/2025)

Vico menambahkan setiap pembukaan gerai baru selalu disambut antusias konsumen. Perseroan melihat antusiasme yang tinggi di setiap pembukaan outlet baru. Hingga akhir tahun 2024, jaringan FORE telah menjangkau lebih dari 40 kota di Indonesia dan Singapura. 

Menurut dia, kebutuhan masyarakat akan rekreasi, yang dapat dipenuhi melalui konsumsi produk makanan dan minuman berkualitas tinggi dengan harga terjangkau seperti yang ditawarkan Fore Coffee, juga dilihat cukup berperan dalam hal ini.

 

 

Target 2025: Skala Lebih Besar, Pelanggan Lebih Loyal

Layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Strategi agresif Fore Coffee termasuk penambahan gerai 35% hingga mencapai 232 lokasi mengangkat pendapatan 2024 sebesar 115% menjadi Rp1,04 triliun. Laba bersih pun meroket lebih dari 4.900% ke Rp58,2 miliar. Lonjakan itu membuat ekuitas perusahaan per 31 Desember 2024 naik 227% (YoY) ke Rp253,12 miliar, sementara total aset tumbuh 89% menjadi Rp640,76 miliar.

Fore Coffee memasang target ambisius di 2025 baik di sisi finansial maupun operasional tanpa mengorbankan loyalitas pelanggan.

“Pada tahun 2025, Perseroan telah menetapkan target untuk terus meningkatkan kinerja usaha, baik dari sisi keuangan dan operasional serta tetap menjaga loyalitas konsumen terhadap merek Fore Coffee,” tegas Vico.

 

Capai Target

Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Langkah untuk mencapai target itu mencakup pembukaan outlet baru yang makin terencana, sistem operasional unggul untuk menjaga kualitas sekaligus efisiensi, serta pemanfaatan kekuatan merek yang kian dikenal publik.

Dengan pijakan kinerja 2024 yang solid serta strategi ekspansi dan inovasi produk yang berkelanjutan, Fore Coffee percaya diri dapat melanjutkan tren eksponensial dan memperkokoh posisinya di pasar kopi Nusantara dan regional sepanjang 2025. 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya