Alasan Emiten TGUK Menambah Usaha Daging Beku dan Makanan Olahan

PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) akan menambah kegiatan usaha di bidang perdagangan besar daging sapi dan ayam termasuk olahan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 26 Oktober 2025, 12:58 WIB
Ilustrasi Laporan Keuangan, Laba, Rugi. Foto: Freepik/mindandi

Liputan6.com, Jakarta - PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), perusahaan bergerak di bidang kedai makanan dan minuman mengumumkan penambahan bisnis di bidang usaha perdagangan besar daging sapi dan ayam olahan.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (26/10/2025), PT Platinum Wahab Nusantara Tbk akan mengubah pasal 3 anggaran dasar Perseroan untuk rencana menambah kegiatan usaha di perdagangan besar daging sapi dan ayam termasuk olahan.

Saat ini, Perseroan menjalankan kegiatan usaha utama di bidang kedai makanan dan minuman yang telah memiliki merek usaha makanan dan minuman yakni Teguk. Seiring perkembangan bisnis dan dinamika pasar food and beverage di Indonesia, Perseroan akan menambah kegiatan usaha di bidang frozen meat dan food processing. Hal ini sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan penguatan rantai nilai bisnis Perseroan di sektor makanan olahan.

"Perseroan melihat prospek di industri frozen meat dan food processing di Indonesia di mana bisnis frozen meat dan pengolahan makanan di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang kuat,” demikian seperti dikutip.

Pertumbuhan bisnis yang kuat itu didorong oleh urbanisasi, meningkatnya jumlah pekerja perkotaan, serta tingginya permintaan terhadap produk siap saji dan sumber protein hewani.

"Pasar frozen meat diperkirakan terus tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) menengah,” demikian seperti dikutip.

Menurut data Asosiasi Rantai Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), permintaan produk frozen food di Indonesia terus meningkat setiap tahun.

Nilai pasar makanan beku di Indonesia telah menembus Rp200 triliun pada tahun 2024 dan diproyeksikan terus meningkat pada tahun 2025. Berdasarkan analisis IMARC Group, pasar makanan beku Indonesia mencapai USD3,4 miliar pada tahun 2024 dan diperkirakan akan meningkat menjadi USD 5,9 miliar pada tahun 2033, dengan CAGR sebesar 6,31% selama periode 2025–2033.

 

 

Faktor yang Mendorong Bisnis Frozen Food

Ilustrasi laporan keuangan (Foto: Isaac Smith/Unsplash)

Peningkatan ini didorong oleh beberapa faktor utama, antara lain meningkatnya urbanisasi di seluruh negeri, pertumbuhan kelas menengah dengan pendapatan siap pakai yang lebih tinggi, kemajuan signifikan dalam logistik cold chain, meningkatnya kesadaran kesehatan di kalangan konsumen.

"Mengacu pada perkembangan pasar industri frozen meat dan food processing di Indonesia, prospek pasar yang luas, serta dukungan dari strategi pemasaran dan perencanaan bisnis yang tepat, Perseroan berencana untuk menambah kegiatan usaha Perseroan untuk bergerak di industri frozen meat dan food processing,”

Rencana kegiatan usaha baru di frozen meat dan food processing akan mulai dijalankan oleh Perseroan pada November 2025.

 

Rencana Menambah Kegiatan Usaha

Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kegiatan usaha food processing pada tahap awal akan dijalankan Perseroan melalui jasa kontrak produksi atau maklon dengan pihak ketiga. Hal ini hingga Perseroan menyelesaikan seluruh kebutuhan investasi untuk dapat melakukan kegiatan produksi secara mandiri.

Seiring perubahan pasal 3 anggaran dasar, Perseroan akan menambah kegiatan usaha sebagai berikut:

Kegiatan usaha utama:

1.Perdagangan besar daging sapi dan daging sapi olahan (KBLI 46321)

2.Perdagangan besar daging ayam dan daging ayam olahan (KBLI 46322)

Kegiatan usaha pendukung:

3.Instri pengolahan dan pengawetan produk daging dan daging unggas (KBLI 10130)

4.Industri makanan dan masakan olahan (KBLI 10750)

5.Perdagangan besar makanan dan minuman lainnya (KBLI 46339)

 

Ubah Dana IPO

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Seiring rencana Perseroan mengubah penggunaan dana hasil penawaran umum, Perseroan memakai hasil pengembalian dana sebesar Rp 42,92 miliar yang berasal dari rencana pengembangan gerai milik Perseroan untuk mendanai kebutuhan modal kerja rencana usaha frozen meat dan food processing.

"Perseroan akan memakai hasil pengembalian dana sebesar Rp 42,92 miliar yang semula dialokasikan untuk rencana pengembangan gerai milik perseroan,” demikian seperti dikutip.

Adapun laba yang dihasilkan dari kegiatan usaha frozen meat dan food processing yang dijalankan melalui skema maklon sejak November 2025 akan dipakai kembali untuk mendanai kebutuhan investasi usaha food frocessing yang dijadwalkan mulai Januari 2026-Agustus 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya