Kemendagri Minta Pemda Replikasi Inovasi untuk Pemerataan Pembangunan

Tindak lanjut kegiatan diseminasi akan dilakukan melalui pengajuan surat minat replikasi inovasi antar daerah, yang dikirim kepada daerah rujukan dengan tembusan ke BSKDN sebagai bukti dukung indikator replikasi.

oleh Tim NewsDiterbitkan 24 Oktober 2025, 20:31 WIB
Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, Digitalisasi Pemerintah, dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri BSKDN, David Yama. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk menindaklanjuti hasil kajian inovasi dengan melakukan replikasi inovasi antarwilayah.

Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ekosistem inovasi sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, Digitalisasi Pemerintah, dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri BSKDN, David Yama, saat menutup kegiatan Diseminasi Draf Kajian dan Fasilitasi Kerja Sama dalam Rangka Replikasi Inovasi Daerah di Best Western Mangga Dua Hotel Jakarta, Jumat (24/10/2025).

“Di era kemajuan industri ini, sinergi antar daerah sangat diperlukan, khususnya replikasi inovasi, untuk mempercepat penerapan inovasi yang efektif dan berkelanjutan,” ujar David.

David menjelaskan, tindak lanjut kegiatan diseminasi ini akan dilakukan melalui pengajuan surat minat replikasi inovasi antar daerah, yang dikirim kepada daerah rujukan dengan tembusan ke BSKDN sebagai bukti dukung indikator replikasi.

 

Penerapan Replikasi Inovasi di Beberapa Wilayah

Sebagai bentuk komitmen, BSKDN juga akan memfasilitasi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antar kepala daerah pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2025. Selain itu, akan digelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mempersiapkan penerapan replikasi inovasi di beberapa wilayah sasaran seperti Mebidangro dan Mamminasata.

“Semoga hal ini dapat menjadi catatan kita bersama, sehingga perkembangan inovasi melalui replikasi dapat semakin baik,” ujar David menegaskan.

 

Dalam forum tersebut, sejumlah narasumber turut memberikan pandangan strategis terkait penguatan inovasi daerah.

Perwakilan Institute of Urban Planning and Smart City Universitas Indonesia, Ova Candra Dewi, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi agar hasilnya memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Hilirisasi inovasi harus menjadi fokus utama agar hasil inovasi benar-benar memberi manfaat nyata. Diperlukan sistem data terintegrasi, pengembangan transportasi berkelanjutan, peningkatan kapasitas SDM, dan kolaborasi multipihak yang berkesinambungan,” jelas Ova.

Sementara itu, Ahmad Sugiarto, profesional dan pakar bisnis inovasi, menyoroti perlunya membangun ekosistem kolaboratif agar inovasi yang dihasilkan benar-benar berdampak bagi masyarakat.

“Inovasi yang baik adalah yang berdampak, apalagi kalau berdampak pada PDB (produk domestik bruto), atau inovasi yang memudahkan masyarakat,” katanya.

 

 

Urbanisasi Jadi Peluang Pembangunan Daerah

Dosen Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna, turut menambahkan bahwa urbanisasi seharusnya dipandang sebagai potensi pembangunan, bukan beban. Menurutnya, urbanisasi bisa menjadi penggerak ekonomi daerah jika dikaitkan dengan pengembangan UMKM, startup, dan sektor produktif lainnya.

“Kuncinya adalah bagaimana menjadikan urbanisasi sebagai kekuatan untuk membangun kota yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, BSKDN menegaskan komitmennya untuk terus menjadi katalis dalam memperkuat ekosistem inovasi daerah. Replikasi inovasi dan sinergi lintas daerah diharapkan dapat melahirkan solusi nyata yang berkelanjutan bagi pemerataan pembangunan nasional.

“Inovasi bukan hanya tentang ide baru, melainkan tentang keberanian untuk berbagi, mengadopsi, dan mengembangkan praktik terbaik antar daerah,” tutup David.

Infografis Sasaran, Tujuan, Jenjang Pendidikan & Fasilitas Sekolah Rakyat. (Liputan6.com/Abdillah)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya