RUPSLB GMFI Setuju Inbreng Aset Strategis dari Angkasa Pura Indonesia

GMFI akan menerima penyetoran modal non-tunai (inbreng) dari PT Angkasa Pura Indonesia (API) berupa lahan seluas 972.123 meter persegi di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 24 Oktober 2025, 18:10 WIB
Teknisi melakukan maintenance pesawat di Hanggar 4 GMF Aero Asia di area Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (28/9). Hanggar ini menjadi hanggar perawatan pesawat berbadan kecil terbesar di dunia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) melanjutkan langkah transformasinya dengan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat (24/10/2025) di Auditorium Garuda Indonesia.

Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui dua agenda utama, yakni Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) dan perubahan Anggaran Dasar Perseroan untuk menyesuaikan struktur permodalan.

RUPSLB dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 92,64% dari total saham yang telah diterbitkan, atau setara dengan 34,8 miliar saham. Jumlah tersebut memenuhi ketentuan kuorum sesuai Anggaran Dasar Perseroan.

Dalam agenda pertama, pemegang saham menyetujui penerbitan maksimal 124,27 miliar saham Seri B bernilai nominal Rp 25 per lembar, sesuai ketentuan OJK No. 32/POJK.04/2015 yang telah diubah dengan POJK No. 14/POJK.04/2019. Agenda kedua menetapkan perubahan pada Pasal 4 ayat (1), (2), dan (3) Anggaran Dasar, terkait penyesuaian modal ditempatkan dan disetor sehubungan pelaksanaan PMHMETD tersebut.

 

Inbreng Aset Dorong Struktur Keuangan Positif

Teknisi tengah melakukan perbaikan pesawat di Hanggar 4 GMF, Tangerang, Jumat (6/11/2015). Untuk mendukung operasional hanggar tersebut dibutuhkan setidaknya ratusan teknisi hingga akhir tahun.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Melalui aksi korporasi ini, GMFI akan menerima penyetoran modal non-tunai (inbreng) dari PT Angkasa Pura Indonesia (API) berupa lahan seluas 972.123 meter persegi di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Aset itu mencakup area operasional utama dari Hanggar 1 hingga Hanggar 4 dengan nilai Rp 5,66 triliun. Langkah ini akan diikuti oleh pelaksanaan HMETD dan menjadikan lahan strategis tersebut sebagai bagian penting dari kegiatan perawatan pesawat GMFI.

Aksi ini sekaligus memperkuat struktur permodalan dan fundamental keuangan GMFI. Posisi ekuitas yang sebelumnya negatif sebesar USD 248,99 juta diproyeksikan berbalik positif menjadi USD 102,87 juta. Kondisi ini mencerminkan fondasi keuangan yang lebih sehat dan membuka ruang bagi pertumbuhan berkelanjutan.

Penyertaan modal dari API juga menjadi bagian dari restrukturisasi Garuda Indonesia yang telah disetujui pemerintah, sekaligus mempertegas integrasi strategis GMFI dalam ekosistem aviasi nasional di bawah naungan API.

 

 

Bergerak Lebih Lincah

Teknisi tengah melakukan perbaikan pesawat di Hanggar 4 GMF, Tangerang, Jumat (6/11/2015). Hanggar milik Garuda Indonesia ini tersebut kekurangan teknisi pada tahun ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi, menegaskan pentingnya langkah ini bagi masa depan perusahaan.

“Aksi korporasi ini bukan sekadar langkah finansial, tetapi pondasi strategis agar GMFI dapat bergerak lebih lincah dan berkelanjutan. Dengan memiliki aset strategis dan struktur permodalan yang lebih kuat, GMFI siap memperluas kapasitas bisnis, memperkuat kemandirian operasional, serta memperkokoh posisinya sebagai MRO terintegrasi yang andal di tingkat global,” ujar Andi dalam keterangan resmi.

Penggunaan Dana

Garuda Maintenance Facility. (Foto: GMF)

Dana hasil PMHMETD akan dimanfaatkan sebagai modal kerja untuk mendukung operasional, menjaga standar keselamatan dan kualitas layanan, serta memperkuat kepercayaan pelanggan.

Dengan struktur ekuitas yang lebih sehat dan dukungan pemegang saham mayoritas baru, GMFI menatap fase transformasi berikutnya dengan orientasi pertumbuhan jangka panjang.

Sinergi bersama API juga membuka peluang kolaborasi lintas sektor di ekosistem penerbangan nasional, sekaligus memperkuat posisi GMFI sebagai perusahaan MRO kebanggaan Indonesia yang siap bersaing di kancah global.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya