Batalkan Pertemuan, Donald Trump Pesimis dengan Putin akan Akhiri Perang Ukraina

Trump pesimis bisa mencapai kesepakatan dengan Putin. Karena itulah, dia membatalkan pertemuan.

oleh Randy Ferdi FirdausDiterbitkan 23 Oktober 2025, 13:39 WIB
Presiden Donald Trump hendak menjabat tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat konferensi pers bersama di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Alaska, Amerika Serikat, Jumat (15/8/2025). (Dok. AP/Jae C. Hong)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, ia membatalkan rencana pertemuan tingkat tinggi dengan rekannya dari Rusia, Vladimir Putin. Trump menilai, pertemuan tersebut dirasa tidak tepat.

“Kami membatalkan pertemuan dengan Presiden Putin, rasanya tidak tepat bagi saya,” kata Trump pada Rabu (22/10) kepada wartawan di Gedung Putih, didampingi Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, dikutip dari Antara.

Trump pesimis bisa mencapai kesepakatan dengan Putin. Karena itulah, dia membatalkan pertemuan.

“Rasanya seperti kami tidak akan sampai pada titik yang harus kami dicapai. Jadi saya membatalkannya, tapi kami akan melakukannya di masa depan,” tambahnya.

Trump juga menyampaikan kekesalannya atas kurangnya kemajuan dalam negosiasi.

“Jika bicara jujur, satu-satunya yang bisa saya katakan adalah, setiap kali saya berbicara dengan Vladimir, saya punya percakapan yang baik, tapi setelah itu tidak ada kemajuan. Benar-benar tidak membuahkan hasil,” ucapnya.

Trump Hilang Sabar

Pernyataan Trump muncul tepat setelah AS mengumumkan sanksi baru terhadap dua perusahaan minyak terbesar Rusia, Rosneft dan Lukoil, dengan alasan kurangnya komitmen serius Moskow terhadap proses perdamaian untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Ketika ditanya mengapa ia menaikkan sanksi terhadap Rusia saat ini, Trump menjawab: “Saya hanya merasa ini sudah waktunya. Kami sudah menunggu cukup lama.”

Ia menyebut sanksi tersebut sebagai sanksi yang “sangat besar.”

“Kami berharap sanksi ini tidak akan berlangsung lama. Kami berharap perang akan berakhir,” tambah Trump.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya