Liputan6.com, Jakarta - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi berhasil meraih penghargaan Anugerah Inspiratif Liputan6 2025 dengan kategori Energi: Orkestrator Sains dan Kebijakan Transisi Energi. Eniya aktif dalam mendorong transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE).
Penghargaan ini diberikan dalam Acara Anugerah Liputan6 2025 yang digelar di SCTV Tower, Jakarta, pada Kamis (16/10/2025).
Advertisement
Apresiasi yang diberikan oleh Liputan6 membuat Eniya semakin terinspirasi untuk mengupayakan transisi energi yang berkeadilan untuk masyarakat Indonesia. Ia menuturkan, tugas dan tanggung jawabnya dalam menjaga lingkungan dan dekarbonisasi masih panjang.
“Jadi menambah semangat kita semua, menambah semangat diri pribadi saya juga untuk melakukan upaya transisi energi yang adil bagi masyarakat kita, bagi negara kita, bagi bangsa, dan terutama juga untuk seluruh bumi ini,” ujar Eniya.
Eniya aktif melakukan penelitian selama 25 tahun. Meski sudah berkecimpung cukup lama dalam bidang energi, Eniya tetap bertekad untuk terus menciptakan energi terbarukan tanpa karbon.
Pada kesempatan ini, Eniya berterima kasih kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Terbarukan (ESDM) atas dukungan yang telah diberikan. Ia turut meminta seluruh pihak dapat saling bekerjasama dalam menjaga lingkungan, khususnya bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Jadi berbekal pengetahuan yang saya miliki tentu saja dengan dukungan seluruh insan di kementerian ESDM dan juga terima kasih kepada bapak menteri yang memberi kesempatan dan pak presiden juga memberi tantangan yang luar biasa dan kita harapkan semua ASN juga mendukung,” tutur Eniya.
1,4 Juta Masyarakat Indonesia Belum Mendapat Akses Listrik
Eniya mengungkapkan, 1,4 juta masyarakat Indonesia kebutuhan listriknya belum terpenuhi. Sulitnya akses listrik ini membuat sebagian besar penduduk mengalami keterbatasan untuk menjangkau akses di sejumlah bidang, seperti pendidikan, kebudayaan, sosial, dan ekonomi.
“Di sisi lain masyarakat kita sekitar 1,4 juta masyarakat belum terlistriki, belum mendapat akses. Akses ini berarti apa, pendidikan, kebudayaan, sosial, dampaknya yang luar biasa, dan tentunya pertumbuhan ekonomi yang menjadi PR kita semua,” jelas Eniya.
Eniya berambisi mendorong dekarbonisasi dan melakukan efisiensi energi untuk menghilangkan ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya batu bara. Langkah ini dilakukan secara bertahap untuk menciptakan energi terbarukan tanpa karbon.
“Begitu bicara transisi kita berubah dari batu bara atau pun yang ada karbonnya menjadi low carbon kemudian bergerak menjadi non-carbon (dekarbonisasi), tidak memerlukan karbon lagi,” katanya.
Menurut Eniya, energi yang adil dan berkelanjutan sangat krusial untuk mewujudkan transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE). Ia menargetkan Indonesia akan mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.
“Saya rasa untuk energi yang adil dan berkelanjutan sangat penting untuk mewujudkan transisi energi menuju Net Zero Emission 2060,” ucap Eniya.
Selain itu, Eniya menekankan pentingnya peran perempuan dalam pengembangan energi terbarukan. Eniya turut berharap, ambisinya dalam menciptakan keterbaruan energi dapat diteruskan untuk generasi berikutnya.
“Harapan saya juga ini semua bisa ditularkan ke generasi selanjutnya karena generasi penerus ini sangat menginginkan energi yang bersih ke depan,” pungkas Eniya.