Klub dari Komunitas Nelayan 800 Warga Jadi Juara Swedia, Mjallby AIF Ulang Kisah Cinderella Leicester City

Pemandangan luar biasa hadir di Divisi Utama Swedia, saat Mjallby AIF menantang raksasa IFK Goteborg untuk perebutan gelar juara. Mjallby sukses memetik kemenangan luar biasa 2-0 sekaligus memastikan trofi.

oleh Dimas Satria NugrohoDiterbitkan 25 Oktober 2025, 00:01 WIB
Mjällby, tim dari desa nelayan berpenduduk 800 jiwa, adalah juara liga! (JOHAN NILSSON/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Pemandangan luar biasa hadir di Divisi Utama Swedia, saat Mjallby AIF  menantang raksasa IFK Goteborg untuk perebutan gelar juara. Mjallby sukses memetik kemenangan luar biasa 2-0 sekaligus memastikan trofi.

Hasil itu memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen. Mereka tidak mungkin terkejar karena unggul 11 poin atas pesaing terdekat, dengan kompetisi menyisakan tiga pertandingan.

Capaian tersebut membuat klub yang berasal dari komunitas nelayan kecil Hallevik (berpenduduk 800 jiwa) di Laut Baltik ini bermain di Liga Champions musim depan. Prestasi Mjallby semakin luar biasa karena dinakhodai mantan kepala sekolah, Anders Torstensson.

Dilansir dari ESPN, klub ini hampir gulung tikar saat bermain di Divisi III Swedia pada tahun 2016 karena masalah keuangan. Namun, mereka mampu melewati masalah itu semua dengan penggunaan anggaran yang minim dan bisa memperkuat tim dengan bakat akademi muda.

Mjallby berhasil bangkit dan kembali ke Allsvenskan pada tahun 2020, mengukuhkan diri sebagai tim papan tengah. Musim lalu mereka finis di posisi lima, tertinggal 15 poin dari sang juara Malmo. Kini mereka unjuk gigi dengan berhasil juara untuk kali pertama dalam 86 tahun sejarah klub.

Selain Mjallby, berikut kisah beberapa klub kejutan lain yang mampu merebut prestasi.


Leicester City, Premier League (2015/2016)

Claudio Ranieri. Pelatih asal Italia yang kini berusia 70 tahun ini merebut gelar Manager of The Season di Liga Inggris musim 2015/2016 bersama Leicester City yang dibesutnya Juli 2015 hingga Februari 2017. Seperti dongeng, The Foxes dibawanya juara Liga Inggris musim tersebut. (AFP/Adrian Dennis)

The Foxes berubah dari tim yang diremehkan dengan bursa taruhan 5.000-1 menjadi juara Inggris setelah finis di posisi ke-14 pada musim sebelumnya.

Tim asuhan Claudio Ranieii tak terbendung, diperkuat oleh pemain-pemain seperti Jamie Vardy, Riyad Mahrez, dan N'Golo Kante. Mereka mengalahkan klub-klub besar yang lebih diunggulkan untuk memenangkan gelar Liga Inggris dengan selisih 10 poin atas pesaing terdekat Arsenal.


Bayer Leverkusen, Bundesliga (2023/2024)

Florian Wirtz merupakan talenta paling berharga yang dimiliki Bayer Leverkusen saat ini. Pemain berusia 20 tahun ini telah mengoleksi lima assist dan tiga gol sejauh musim ini. Performa apiknya membuat Wirtz diincar Real Madrid dan Manchester City. (AP Photo/Martin Meissner)

Kejutan terbesar Bundesliga modern terjadi pada musim 2023/2024. Bayer Leverkusen tampil gemilang dan mengakhiri monopoli Bayern Munchen di takhta juara.

Bayern sebelumnya sukses memenangkan 11 gelar berturut-turut sebelum dihentikan Leverkusen asuhan Xabi Alonso.

Klub ini mendapat label "Neverkusen" karena acap tersungkur di momen krusial pada perebutan gelar. Namun semua berubah ketika Alonso datang. 

Mereka berada di posisi kedua terbawah klasemen karena baru memiliki lima poin dari delapan pertandingan ketika Alonso mengambil alih pada Oktober 2022. Usai membawa klub bertahan di kasta tertinggi, dia membantu Leverkuses membawa pulang gelar Bundesliga dan DFB Pokal tanpa menderita kekalahan.

Sayang Leverkusen gagal menyandang status treble winners usai dikalahkan Atalanta pada final Liga Europa.


Istanbul Basaksehir, Super Lig (2019/2020)

Para pemain Istanbul Basaksehir. (Shutterstock)

Setelah berhasil mengubah citra dan merombak klub pada tahun 2014, Istanbul Basaksehir bersinar terang di Liga Super Turki. Usai menjadi runner-up pada 2016/2017 dan 2018/2019, mereka merebut gelar musim 2019/2020. Gelar ini merupakan titel pertama sepanjang sejarah klub tersebut.

Eks bomber Chelsea Demba Ba jadi bintang lewat torehan 13 gol. Nama-nama seperti Gael Clichy, Martin Skrtel, Mehmet Topal, Irfan Can, dan Edin Visca turut memainkan peran penting.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya