Menkomdigi: Perempuan Digital Tangguh Jadi Pahlawan Ekonomi di Era Transformasi Digital

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menuturkan, peran perempuan juga membangkitkan ekonomi negara sebagai pahlawan ekonomi negara.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 22 Oktober 2025, 10:25 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid. Credit: Komdigi

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan peran besar perempuan dalam menggerakkan ekonomi digital nasional. Ia menyebut perempuan pelaku usaha mikro menjadi garda depan kebangkitan ekonomi melalui keberanian dan semangat berwirausaha di era digital.

"Terutama mereka yang jago mencari cuan, berarti bukan hanya mendapat cuan untuk keluarganya, tapi juga membangkitkan ekonomi negara sebagai pahlawan ekonomi negara,” ujar Meutya dalam acara Penganugerahan Perempuan Jagoan Pencari Cuan (PUJAAN) Vol. 4 bersama Bukalapak di Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Meutya menuturkan, digitalisasi memberi ruang dan percepatan bagi perempuan untuk mengembangkan usaha, bahkan hingga menjangkau pasar internasional. Namun, di sisi lain, ia mengingatkan bahwa kemudahan digital juga menghadirkan risiko yang harus diwaspadai, terutama bagi perempuan dan anak-anak di ruang siber.

“Karena ketika digitalisasi ini datang memberi kemudahan, yang diantaranya adalah akses Bapak-Ibu sekalian, yang tadinya jualan di sekitar kecamatannya atau di kompleksnya, sekarang bisa menjangkau bahkan sampai ke mancanegara. Tapi di saat yang bersamaan juga ada tantangan-tantangannya,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Meutya juga menyoroti maraknya penipuan digital dan paparan konten negatif yang dapat berdampak buruk pada anak-anak. Pemerintah, kata dia, terus berupaya memperkuat pengawasan ruang digital dan berkolaborasi dengan berbagai platform untuk menciptakan lingkungan digital yang aman dan produktif, terutama bagi perempuan pelaku UMKM.

Komisaris Bukalapak Yenny Wahid: Perempuan Pegang Peran Penting untuk Perkuat Ekonomi Indonesia

Komisaris Independen dan ESG Ambassador Bukalapak, Yenny Wahid. (Foto: Liputan6.com/Gagas YP)

Sebelumnya, Komisaris Independen dan ESG Ambassador Bukalapak, Yenny Wahid, menegaskan perempuan memegang peranan penting dalam menggerakkan roda ekonomi Indonesia. 

Dalam pandangannya, kekuatan ekonomi nasional tidak hanya bertumpu pada belanja pemerintah atau investasi, tetapi juga pada konsumsi masyarakat di mana perempuan berperan besar sebagai penggeraknya.

"Ibu-ibu sekalian yang saya banggakan. Ibu-ibunya mungkin enggak tahu, tapi ibu-ibu adalah penggerak ekonomi Indonesia,” ujar Yenny saat memberikan sambutan dalam acara Penganugerahan Pemenang Perempuan Jagoan Pencari Cuan (PUJAAN) vol. 4 yang digelar Bukalapak, Selasa (21/10/2025).

Ia menjelaskan, ekonomi Indonesia bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu belanja pemerintah, investasi, dan konsumsi masyarakat. Dari ketiganya, konsumsi masyarakat menjadi pilar besar yang menggerakkan ekonomi karena didukung oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 

 

 

Penciptaan Lapangan Kerja

Dewan Penasihat TPN Ganjar-Mahfud, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid mengungkap kesamaan sosok Mahfud Md dengan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Menurut Yenny, keduanya sama-sama tak mau kompromi dengan koruptor. (Foto: Istimewa)

Yenny menuturkan, hampir 97% penciptaan lapangan kerja di Indonesia berasal dari sektor UMKM, dan dari jumlah tersebut, sekitar 65% digerakkan oleh perempuan.

"Padahal mungkin kerjaannya ada yang cuma goreng pisang dijual, ada yang cari jilbab di tanah abang dijual lagi, tapi itu dampaknya besar sekali,” ujarnya.

Yenny menilai, meski banyak perempuan menjalankan usaha kecil di tingkat rumah tangga, dampaknya meluas ke perekonomian nasional karena sektor ini mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Ia juga menekankan perempuan pelaku UMKM tidak hanya berkontribusi pada ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat daya tahan ekonomi nasional di tengah tantangan global.

Digitalisasi Buka Peluang Baru

Putri Presiden ke-4 RI, Yenny Wahid (Winda Nelfira/Liputan6.com)

Yenny menyebut digitalisasi turut membuka peluang baru bagi perempuan untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan. Jika sebelumnya mereka hanya berjualan di lingkungan sekitar, kini berkat teknologi digital, produk-produk UMKM perempuan bisa menjangkau pembeli di seluruh Indonesia.

Dengan semangat tersebut, Yenny mengajak seluruh perempuan untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi agar peran mereka dalam perekonomian semakin kuat dan berkelanjutan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya