Liputan6.com, Seoul - Militer Korea Selatan menyatakan bahwa Korea Utara menembakkan rudal balistik ke arah Laut Timur pada hari Rabu (22/10/2025). Sementara itu, pemerintah Jepang menyebutkan bahwa tidak ada indikasi rudal-rudal tersebut jatuh di perairan negaranya.
Korea Selatan mengatakan pihaknya mendeteksi beberapa proyektil yang diyakini sebagai rudal balistik jarak pendek pada pagi hari, menandai peluncuran pertama sejak Presiden Lee Jae Myung menjabat pada bulan Juni.
Advertisement
Peluncuran pertama Korea Utara sejak Mei itu terjadi setelah Pyongyang memperkenalkan rudal balistik antarbenua baru dalam parade militer berskala besar awal bulan ini.
Fenomena ini berlangsung menjelang kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Korea Selatan minggu depan untuk menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC). Militer Korea Selatan memastikan pihaknya sedang menganalisis peluncuran tersebut. Demikian seperti dikutip dari Kyodo News.
Sanae Takaichi, yang pada hari Selasa (21/10) menjadi perdana menteri perempuan pertama Jepang, mengatakan kepada wartawan bahwa tidak ada laporan mengenai benda yang jatuh di perairan teritorial atau di Zona Ekonomi Eksklusif Jepang. Ia menambahkan bahwa dirinya telah memerintahkan menteri pertahanan dan luar negeri untuk mengumpulkan informasi guna memastikan keselamatan publik.
Ada pun pemerintahan Lee telah memperkenalkan serangkaian langkah untuk meredakan ketegangan dengan Korea Utara, seperti menghentikan siaran propaganda melalui pengeras suara di dekat Zona Demiliterisasi yang membagi kedua Korea, namun Pyongyang belum memberikan respons positif.