Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah proaktif untuk meredam kekhawatiran di kalangan investor global. Seperti diketahui, sepak terjang Purbaya selama menjabat mendapat banyak perhatian karena berbeda dengan menteri keuangan sebelumnya.
Dalam sebuah pertemuan dengan 12 manajer investasi atau fund manager terkemuka di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (20/10/2025) malam, ia secara tegas meyakinkan bahwa arah kebijakan fiskal Indonesia akan tetap terjaga dan berkelanjutan, meskipun dihadapkan pada gelombang ketidakpastian ekonomi global.
Advertisement
Pertemuan ini menjadi momen penting bagi para pengelola dana untuk memahami visi dan strategi jangka pendek hingga menengah pemerintah. Menkeu Purbaya mengakui adanya keraguan dari pihak investor terhadap konsistensi kebijakan pemerintah.
"Fund manager ingin tahu kebijakan saya apa sih, apakah fiskalnya berkesinambungan apa enggak, langkah Menteri Keuangannya ngaco apa enggak. Saya bisa yakinkan mereka bahwa meski saya kelihatan kayak 'koboi', tapi semuanya saya hitung dengan baik sehingga fiskal tetap terjaga," kata Purbaya, dikutip dari Antara, Selasa (21/10/2025).
Tiga Pilar Strategi Percepatan Ekonomi
Purbaya kemudian memaparkan kepada para investor mengenai strategi komprehensif pemerintah dalam upaya mempercepat laju pertumbuhan ekonomi nasional. Strategi ini bertumpu pada tiga pilar atau mesin utama yang saling bersinergi:
- Optimalisasi Mesin Fiskal: Pemanfaatan instrumen anggaran negara secara maksimal dan tepat sasaran.
- Dukungan Kebijakan Moneter dan Sektor Swasta: Sinergi erat dengan Bank Indonesia dan upaya keras untuk menghidupkan kembali sektor swasta.
- Perbaikan Iklim Investasi: Langkah-langkah untuk menyederhanakan regulasi dan menghilangkan hambatan investasi.
"Saya bilang kan pertama; mesin fiskal dioptimalkan. Kedua; moneter in the way, private sector saya hidupkan lagi. Yang ketiga; nanti kita perbaiki iklim investasi. Tim Debottlenecking akan dibentuk oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, kita ikut jalan nanti," jelas Purbaya.
Nasib Penyesuaian Tarif PPN
Dalam sesi tanya jawab, isu sensitif yang diangkat oleh para fund manager adalah mengenai kemungkinan penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Menanggapi hal tersebut, Bendahara Negara menegaskan bahwa kebijakan penyesuaian PPN belum akan diputuskan dalam waktu dekat.
Purbaya menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kondisi penerimaan negara sebelum mengambil keputusan besar.
"Sekarang kita belum dalam posisi untuk hitung itu (PPN) karena saya belum tahu sebetulnya kondisi perpajakan sama custom (bea cukai) kita seperti apa setelah kita coba perbaiki," ujarnya.
Ia menambahkan, keputusan mengenai PPN baru akan dipertimbangkan setelah pemerintah melakukan evaluasi mendalam terhadap capaian penerimaan negara pada kuartal pertama tahun depan. Hal ini menunjukkan sikap kehati-hatian pemerintah dalam menjaga keseimbangan fiskal.
Daftar Fund Manager yang Hadir
Pertemuan penting ini dihadiri oleh perwakilan dari 12 fund manager terkemuka, baik domestik maupun global, termasuk:
- Fidelity Management Research - Christopher Bartoli
- Capital Research Global - Chau Nguyen
- CLSA Indonesia - Daniel Oen dan Novita Tjia serta Sarina Lesmina
- PT Schroders Investment Management Indonesia - Aditya Sutandhi
- Ashmore Asset Management - Kemal Razindyaswara
- Eastspring Investments - Linda Lauwira
- Batavia Prosperindo Aset Manajemen - Sonny John
- Allianz Global Investors Aset Manajemen - Octavius Prakarsa
- BRI Manajemen Investasi - Herman Tjahjadi
- BNI Asset Management - Marlina T Maharani.