Prabowo Sebut Keberhasilan MBG 99,99 Persen: Dulu Banyak yang Menertawakan

Presiden Prabowo Subianto menyebut banyak yang menyindir dan menertawakan program makan bergizi gratis (MBG).

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 21 Oktober 2025, 08:10 WIB
Presiden Prabowo Subianto

Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto menyebut banyak yang menyindir dan menertawakan program makan bergizi gratis (MBG). Bahkan, kata dia, ada pihak yang menganggap bahwa MBG merupakan program yang membahayakan dan tidak berguna.

"Dulu waktu saya lancarkan program MBG, banyak yang menertawakan saya, menyindir, dan sampai sekarang ada yang mengatakan bahwa MBG ini tidak berguna atau membahayakan," kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna 1 tahun pemerintahan di Istana Negara Jakarta, Senin (20/10/2025).

Prabowo menekankan bahwa pemerintahannya selalu bekerja dan menjalankan program berdasarkan kajian ilmiah. Dia lantas memamerkan tingkat keberhasilan MBG mencapai 99,99 persen sejak dimulai pada 6 Januari 2025.

"Tapi kita buktikan dengan evidence, dengan bukti. Dan tadi 99,99 angka keberhasilan saya kira cukup bagus itu. Dan di mana-mana anak-anak yang bicara, di mana-mana," jelasnya.

Dia tak memungkiri bahwa masih ada kekurangan dalam pelaksanaan program MBG, salah satunya ditemukan kasus keracunan dan sakit perut yang dialami penerima manfaat. Namun, Prabowo menilai kekurangan tersebut masih dalam tahap error yang manusiawi.

Prabowo menjelaskan hingga kini program MBG sudah menyasar 36,7 juta penerima manfaat, sementara total porsi yang telah dibagikan sebanyak 1,4 miliar. Dia merinci secara statistik, kasus keracunan MBG tercatat di angka 0,0007 persen dari total 1,4 miliar porsi makanan yang dibagikan ke penerima manfaat.

"Ada beberapa ribu yang mengalami keracunanan makan hingga sakit perut, tetapi kalau diambil statistik 8.000 dari 1,4 miliar saya kita masih dalam koridor error yang manusiawi," ujarnya.

"Kalau tidak salah, kekurangannya adalah atau katakanlah angka yang sakit itu adalah mungkin sekitar 0,0007% yang berarti 99,99% berhasil," sambung Prabowo.

Di sisi ekonomi, Prabowo menyampaikan program MBG sudah membuka 1 juta lapangan pekerjaan baru di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur. Dia menuturkan 30.000 SPPG yang dimiliki BGN saat ini membutuhkan setidaknya 50 pekerja.

"Mungkin tahun depan akan mencapai minimal 1,5 juta yang kerja langsung untuk SPPG. Kita punya 30.000 SPPG nantinya kalau berfungsi semua, tiap SPPG, tiap dapur membutuhkan 50 orang bekerja. Jadi 50 kali 30.000, 1,5 juta," tuturnya.

Tak hanya itu, kata dia, setiap SPPG juga menerima 15 pemasok bahan makanan untuk menu MBG. Masing-masing pemasok atau supplier mempekerjakan minimal 5 sampai 10 orang.

"Jadi kita bisa bandingkan multiplayer effect daripada ini," ucap Prabowo.

Prabowo menerima hasil kajian Rockefeller Institute yang melaporkan bahwa program MBG Indonesia menjadi sorotan dunia. Mereka menyampaikan bahwa dampak ekonomi dari program MBG sangat terasa dan tinggi.

"Dan dia katakan, 1 dolar yang dikucurkan untuk program MBG ini, return-nya, dampak ekonominya itu return-nya itu hitungan mereka antara 5 kali, 5 dolar, sampai nanti di ujungnya 37 dolar. Anda bisa bayangkan, 5 kali menurut dia minimal dampak ekonominya," pungkas Prabowo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya