Prabowo Sebut Indonesia Kurang Pandai Kelola Air: Malah Menjadi Banjir

Presiden Prabowo Subianto menyoroti pentingnya pengelolaan air sebagai kunci ketahanan pangan nasional. Ia menilai Indonesia diberkahi sumber daya air yang melimpah, namun belum mampu mengelolanya dengan baik.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 21 Oktober 2025, 03:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto meninjau wilayah terdampak banjir di Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Sabtu (13/9/2025). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto mengatakan ketersediaan air di sejumlah daerah Indonesia sangat melimpah. Namun, kata dia, Indonesia tidak pandai mengelola sumber daya air sehingga terkadang malah terjadi bencana banjir.

"Kita diberi karunia Tuhan air yang berlimpah-limpah sebagian besar republik kita, tapi ada sebagian yang mengalami kesulitan. Tapi kita masih kurang pandai dalam mengelola kadang-kadang air ini malah menjadi bencana banjir dan sebagainya," kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna 1 tahun pemerintahan di Istana Negara Jakarta, Senin (20/10/2025).

Dia menekankan ketersediaan air menjadi kunci produksi pangan yang melimpah. Terlebih, Indonesia sedang mengejar swasembada pangan sehingga kerersediaan air sangat dibutuhkan.

"Tapi kita bersyukur di banyak bagian dari dunia ketersediaan air sangat sulit tidak mungkin pangan kita aman kalau tidak ada air yang cukup. Tadi ini saya kira catatan pekerjaan rumah kita ke depan kita harus dijalani masalah air ini ya," jelasnya.

Untuk itu, Prabowo meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto agar universitas-universitas dapat mempelajari san mengkaji masalah pengelolaan air. Khususnya, dalam mencegah terjadinya banjir.

"Saya juga minta Menteri Dikti dan Sains coba dipelajari perlu di universitas-universitas kita apakah cukup mempelajari masalah air ini bagaimana mencari air bagaimana mengelola distribusi air, bagaimana mencegah banjir. Air harus menjadi sumber produktivitas, bukan menjadi sumber bencana," tutur Prabowo.

 

Soroti Bencana Banjir di Sejumlah Wilayah Indonesia

Dia menyoroti bencana banjir yang kerap melanda beberapa daeran di Indonesia saat musim hujan dan perubahan iklim. Prabowo menilai perlunya perguruan tinggi memiliki fakultas untuk mempelajari hidrologi.

"Saya kira sudah ratusan tahun ribuan tahun kita pasti tahu daerah-daerah kerendahan pasti banjir kalau musim hujan, apalagi hujan yang tiba-tiba begitu padat karena program atau karena kondisi perubahan iklim karena itu kita harus antisipasi," ujar dia.

"Kalau tidak salah bidang air ini masih sedikit yang dipelajari di fakultas-fakultas kita ini tergolong mungkin hidrologi. Kalau tidak salah ya hidrologi," sambung Prabowo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya