Liputan6.com, Jakarta - Produk elektronik dan teknologi buatan China tak bisa dipungkiri sudah mampu bersaing dengan produk dari Korea Selatan, seperti LG Electonics. Mereka juga agresif secara harga dan teknologi.
Untuk bisa tetap relevan dan unggul di tengah persaingan yang ketat tersebut, President of LG Electronics Indonesia Ha Sang-chul, mengungkapkan strategi perusahaan.
Advertisement
Ia mengatakan perusahaan akan mampu bersaing dengan kompetitor karena memiliki kepercayaan terhadap kualitas dan proposisi harga bagi pelanggan di Indonesia.
"Saya percaya bahwa dengan logo LG, orang (konsumen) akan merasa tenang. Itu adalah bagian yang paling penting, kami bisa berkompetisi," ujar Mr Ha saat sesi media roundtable, Senin (20/10/2025) di Jakarta.
Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa perusahaan telah memiliki sejumlah fasilitas produksi dan layanan servis lokal yang telah dibangun selama lebih dari tiga dekade.
"Kompetisi adalah hal baik, karena kompetisi membuat kami bisa terus berinovasi sehingga kami bisa memberikan lebih banyak pilihan bagi pelanggan. kita telah memiliki fasilitas produksi dan layanan servis lokal selama lebih dari tiga dekade, yang tidak bisa dicapai dalam waktu singkat," Mr Ha melanjutkan.
Ia mengklaim, LG bukan sekadar perusahaan hardware biasa, di mana perusahaan terus mencoba untuk memberikan kepercayaan terhadap pelanggan.
"LG bukan hanya sebuah perusahaan hardware. Kami mencoba untuk memberikan kasih sayang, pertemanan, dan kepercayaan terhadap pelanggan. Itu adalah sebagian kecil strategi LG untuk bersaing dengan kompetitor," Mr Ha menandaskan.
Bangun Pabrik atau Fasilitas Produksi
Sejalan dengan kehadiran beragam produk elektronik yang membawa inovasi termasuk dukungan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), menurut Mr Ha, LG terus melakukan penguatan posisinya di Indonesia seiring dengan semakin besarnya kepercayaan masyarakat.
Langkah ini dimulai dari kehadiran dua pabrik LG di Indonesia. Bertempat di Tangerang dan Bekasi, keduanya menjadi fasilitas produksi untuk perangkat elektronik rumah tangga termasuk Kulkas, TV dan Monitor.
Melengkapi dukungan teknologi pabrikasi modern, keberadaan fasilitas produksi ini didukung oleh tenaga kerja lokal. Bahkan dalam distribusinya, fasilitas produksi ini tidak hanya ditujukan bagi pemenuhan permintaan dalam negeri, tetapi juga menjadi basis ekspor ke berbagai negara.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi dan dukungan pemerintah Indonesia. Hal yang memungkinkan LG berkontribusi dalam pengembangan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ucap Mr Ha.
Dirikan Pusat R&D
Jejak langkah LG memperkuat organisasinya di Indonesia pun berlanjut dengan mengintegrasikan berbagai fungsi bisnis. Mulai dari penguatan kantor pusat pemasaran dan penjualan, perluasan layanan purna jual, hingga pendirian pusat riset dan pengembangan (R&D) di Indonesia.
Pendirian pusat R&D ini menjadi langkah penguatan LG untuk semakin memastikan berbagai inovasi yang dibawanya berkesesuaian dengan kondisi lingkungan lokal Indonesia.
Langkah strategis ini membuat LG menjadi satu-satunya perusahaan elektronik di Indonesia dengan sistem bisnis terintegrasi yang sepenuhnya berada dan dikendalikan di dalam negeri.
“Kepemilikan pada infrastruktur bisnis yang lengkap inilah yang kemudian semakin memberi dampak positif dalam memperbesar kontribusi LG bagi pengembangan industri dan perdagangan dalam negeri,” Mr Ha memungkaskan.