Bahlil Bicara Plus Minus Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Bahlil menyatakan bahwa tidak ada manusia yang sempurna atau luput dari kesalahan, hal itu juga berlaku pada pemerintahan.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 20 Oktober 2025, 14:05 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (14/10/2025). Bahlil menjelaskan mengenai kebijakan domestik market obligation (DMO) emas. (Liputan6.com/Maulandy)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengakui, dalam satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, memiliki kelebihan dan kekurangan.

“Dalam satu tahun ini pasti ada plus minus lah, pasti ada kekurangan dan kelebihan,” kata Bahlil di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025).

Namun, Bahlil menyatakan bahwa tidak ada manusia yang sempurna atau luput dari kesalahan, hal itu juga berlaku pada pemerintahan.

“Tidak ada manusia sempurna di dunia ini. Semua akan kita (lakukan) menuju kepada sesuatu yang baik demi kesejahteraan rakyat bangsa negara,” ungkapnya.

Bahlil meyakini, apabila masih ada kekurangan dalam program pemerintah saat ini, maka akan segera diperbaiki.

“Yang sudah bagus kita pertahankan, yang belum bagus saya yakin dan percaya atas arahan Bapak Presiden, seluruh menterinya akan memperbaiki,” pungkasnya.

 

Golkar: Prabowo-Gibran di Jalur yang Benar

Sebelumnya, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo -Gibran dalam setahun terakhir telah berada di jalur yang benar.

Ia menilai, pemerintah bisa menjaga daya beli, memperkuat sektor riil, dan menstabilkan fiskal di tengah ketidakpastian global.

“Langkah nyata pemerintah mulai menunjukkan hasil, terutama pada meningkatnya konsumsi masyarakat dan tumbuhnya kembali usaha kecil, meski perlu terus diperkuat di lapangan,” ujar Misbakhun dalam keterangan, Senin (20/10/2025).

Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hilirisasi industri, dan percepatan pembangunan rumah subsidi menjadi motor baru penggerak ekonomi rakyat.

"Program MBG memperkuat daya beli dan rantai pasok pertanian, hilirisasi meningkatkan nilai tambah industri nasional, dan pembangunan rumah rakyat menyerap ratusan ribu tenaga kerja. Ini multiplier effect besar bagi ekonomi daerah,” katanya.

Selain itu, Misbakhun juga menyoroti paket stimulus ekonomi pemerintah yang mencakup bantuan sosial, pembiayaan UMKM, insentif industri, dan program magang nasional. Menurutnya, langkah ini menunjukkan komitmen memperkuat fondasi ekonomi menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Jika dijalankan konsisten dan tepat sasaran, pertumbuhan ekonomi bisa dijaga di kisaran 5 persen atau bahkan lebih tinggi,” tegasnya.

Namun ia mengingatkan, keberhasilan kebijakan ekonomi tidak hanya diukur dari besarnya anggaran, tetapi dari kecepatan dan ketepatan pelaksanaan di lapangan.

Stimulus, katanya, perlu diarahkan pada sektor produktif seperti hilirisasi, pertanian bernilai tambah, dan ekspor berbasis inovasi.

“Kita harus memastikan stimulus tidak hanya mendorong konsumsi, tapi juga memperkuat struktur ekonomi agar Indonesia naik kelas,” ujarnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya