Jiwa Patriot Pejabat yang Kembalikan Uang Rp 70 Triliun ke Negara

Prabowo pun Kembali memuji sikap Prof Dadan sebagai seorang pejabat patriot. "Jadi saya kira Pak Dadan ini perlu kita hormati sebagai seorang patriot," pungkasnya.

oleh Randy Ferdi FirdausDiterbitkan 19 Oktober 2025, 18:32 WIB
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibangun Polri mempunyai alat rapid test yang digunakan untuk menguji makanan yang sudah dimasak. (Foto: Dok BGN)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mendapatkan anggaran segar Rp 170 triliun sepanjang 2025, dalam mengakselerasi program andalan pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun kenyatannya, hingga akhir tahun anggaran tersebut tidak terserap seluruhnya.

Dari anggaran awal Rp 71 triliun, Presiden Prabowo Subianto kembali menambahkan anggaran untuk BGN senilai Rp 100 triliun. Anggaran digunakan untuk membangun ribuan dapur MBG di seluruh Indonesia.

Di penghujung tahun 2025, BGN mengembalikan Rp 70 triliun ke kas negara. Dari total anggaran sebesar itu, BGN hanya mampu menyerap Rp 99 triliun. Sisanya kembalikan ke negara.

Prabowo memuji sikap Kepala BGN Dadan Hindayana. Menurutnya, kebiasaan Dadan tidak biasa dilakukan oleh pejabat di Indonesia. Biasanya, para pejabat mengebut penyerapan anggaran jelang akhir tahun. Dengan berbagai cara dilakukan. Tujuannya agar anggaran terserap.

Bahkan, membuat agenda hanya untuk menghamburkan APBN di akhir tahun.

"Ini saya kira dalam sejarah Republik Indonesia hampir nggak pernah terjadi pejabat mengembalikan uang. Biasanya kalau sudah mulai November pejabat menghabis-habiskan uang mencari kegiatan untuk anggaran dihabiskan beliau bilang beliau kembalikan Rp 70 triliun," ujar Prabowo dalam pidatonya di Sidang Senat Terbuka UKRI Bandung, Sabtu (19/10/2025).

Prabowo mengakui, tidak mudah membangun 30 ribu dapur untuk program MBG di seluruh Indonesia. Prabowo pun menghargai kejujuran Dadan sebagai pejabat negara.

"Rp 100 triliun saya tambahkan dari 71 triliun saya tambahkan 100 triliun tapi dalam perjalanan karena memang tidak gampang membangun 30.000 dapur dalam satu tahun, beliau mengatakan 'Pak sampai akhir tahun 2025 ini sesungguhnya kami tidak perlu seluruhnya,' sehingga beliau kembalikan kepada pemerintah pusat, Rp 70 triliun dikembalikan," kata Prabowo.

 

Jiwa Patriot

Presiden Indonesia Prabowo Subianto (tengah) disambut saat tiba dari Mesir setelah menghadiri KTT Perdamaian Gaza di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa 14 Oktober 2025. (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Ketua Umum Partai Gerindra itu menyatakan, uang yang dikembalikan itu bisa dipakai untuk berbagai hal lain. Misalnya saja mengakselerasi program pembangunan desa nelayan.

"Rp 70 triliun ini kita bisa banyak kita gunakan untuk bantu orang yang susah untuk bantu desa-desa bantu nelayan bantu semua yang membutuhkan," ungkap Prabowo.

Prabowo mengatakan, jika Dadan tidak jujur, maka bisa saja membuat macam-macam proyek agar anggaran tersebut terserap. Namun, hal itu tidak dilakukan. Dia melihat Dadan memiliki tanggung jawab kepada bangsa.

"Kalau ada pemimpin-pemimpin seperti profesor Dadan ini yang mau akal-akalan beliau bisa saja, sudah ada anggarannya, beliau panggil nanti tim beliau, dia panggil anak buahnya. 'Ayo bikin bikin proyek, bikin proyek, bikin proyek.' Tapi ini tidak, beliau punya tanggung jawab pada bangsa dan negara dan rakyat Indonesia, dikembalikan," papar Prabowo.

Prabowo pun Kembali memuji sikap Prof Dadan sebagai seorang pejabat patriot. "Jadi saya kira Pak Dadan ini perlu kita hormati sebagai seorang patriot," pungkasnya.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya