Liputan6.com, Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang, salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi kunci peningkatan konektivitas wilayah Banten Tengah hingga Banten Selatan.
Infrastruktur ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat sektor logistik, serta mendukung destinasi wisata unggulan seperti Tanjung Lesung.
Advertisement
Proyek Tol Serang Panimbang ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal. Hingga kini, WIKA telah menyerap lebih dari 1.300 tenaga kerja serta melibatkan UMKM mitra proyek dengan nilai transaksi mencapai Rp 1 triliun. Kontribusi ini menunjukkan komitmen WIKA dalam menjadikan proyek strategis nasional bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga penggerak ekonomi rakyat.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (Agung BW), menegaskan pentingnya melibatkan masyarakat dalam setiap tahap pembangunan.
“Kami percaya pembangunan infrastruktur harus memberi dampak luas, bukan hanya saat beroperasi, tapi sejak masa konstruksi. Keterlibatan UMKM dan masyarakat lokal menjadi bagian dari strategi WIKA dalam menciptakan nilai tambah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2025).
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, WIKA optimistis proyek Tol Serang–Panimbang akan selesai tepat waktu dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Banten, sekaligus memperkuat daya saing regional di sektor pariwisata dan industri.
Target Seksi 2
Tol Serang–Panimbang dirancang mampu menampung hingga 80.000 kendaraan per hari, dengan dua lajur di masing-masing arah (Jakarta dan Rangkasbitung).
Saat ini, telah beroperasi satu rest area di KM 70A pada Seksi 1, dan tiga rest area lainnya akan dibuka secara bertahap. Untuk menunjang mobilitas, terdapat delapan titik interchange utama mulai dari IC Walantaka hingga IC Panimbang.
Setelah Seksi 1 resmi beroperasi, volume lalu lintas harian mencapai 5.000–6.000 kendaraan, dengan lebih dari 70% pengguna berasal dari Jabodetabek. Angka ini diproyeksikan terus meningkat seiring penyelesaian seluruh seksi tol.
Pembangunan Tol Serang–Panimbang membawa dampak besar terhadap efisiensi perjalanan dan pertumbuhan ekonomi wilayah selatan Banten.
Jalan tol ini memangkas waktu tempuh dari Jabodetabek menuju Tanjung Lesung dari 3–4 jam menjadi hanya 1,5–2 jam. Selain mempercepat akses wisata, tol ini juga menurunkan biaya distribusi logistik dan membuka peluang investasi di kawasan industri dan pelabuhan sekitar.
WIKA menargetkan Seksi 2 Rangkasbitung–Cileles beroperasi pada 2026, disusul Seksi 3 Cileles–Panimbang pada 2027, sehingga konektivitas penuh dari Serang hingga Panimbang dapat segera terwujud.