Harga Emas Dunia Sentuh USD 4.200 Tersengat Sentimen Ini

Harga emas telah naik 58% sepanjang 2025 yang didorong sejumlah faktor. Salah satunya spekulasi penurunan suku bunga.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 16 Oktober 2025, 06:30 WIB
Harga emas dunia terus cetak rekor. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia menembus USD 4.200 per ounce untuk pertama kali pada perdagangan Rabu, 15 Oktober 2025. Kenaikan harga emas ini memperpanjang rekor reli seiring meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga dan gejolak geopolitik yang mendorong investor beralih ke logam safe haven.

Mengutip CNBC, Kamis (16/10/2025), harga emas spot naik 1,3% menjadi USD 4.193,39 per ounce setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa di USD 4.217,95. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 1% menjadi USD 4.203,7.

Selain itu, platinum naik 0,4% menjadi USD 1.644,80 dan paladium turun 0,7% menjadi USD 1.514,25.

"Logam ini sedang naik daun, dan sepertinya tidak akan berhenti. Dengan meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China dalam beberapa hari terakhir, investor memiliki lebih banyak alasan untuk melindungi nilai investasi ekuitas jangka panjang mereka dengan melakukan diversifikasi ke emas,” ujar Analis City Index dan Forex.com, Fawad Razaqzada seperti dikutip dari CNBC.

Emas telah melonjak hampir 58% tahun ini, didorong oleh berbagai faktor termasuk ketegangan geopolitik, spekulasi penurunan suku bunga, pembelian oleh bank sentral, dedolarisasi, dan arus masuk ETF yang kuat.

"Dengan level USD 5.000 yang kini hanya berjarak USD 800, saya tidak akan bertaruh bahwa emas pada akhirnya akan mencapainya," kata Razaqzada.

Ia menambahkan, koreksi jangka pendek kemungkinan akan mengguncang posisi yang lebih lemah dan menarik pembeli baru yang sedang mengalami penurunan.

Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyampaikan nada dovish pada Selasa, dengan mengatakan pasar tenaga kerja AS masih terperosok dalam "kelesuan perekrutan dan pemecatan yang rendah."

 

 

Sentimen Harga Emas Lainnya

Ilustrasi harga emas hari ini (dok: Foto AI)

Emas dianggap sebagai lindung nilai tradisional terhadap ketidakpastian dan inflasi, dan juga berkembang pesat dalam lingkungan suku bunga rendah karena merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Para pedagang memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober dengan probabilitas 98%, diikuti oleh penurunan suku bunga lagi pada bulan Desember, yang sepenuhnya diperkirakan mencapai 100%.

Menambah tawaran safe haven, Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington sedang mempertimbangkan untuk memutus beberapa hubungan dagang dengan China setelah kedua belah pihak memberlakukan biaya pelabuhan yang saling balas minggu ini.

 

Lonjakan Harga Perak

Ilustrasi perak batang. (Photo by Scottsdale Mint on Unsplash)

Pasar juga mencermati penutupan pemerintah AS, yang telah menghentikan data resmi dan dapat mengaburkan prospek para pembuat kebijakan di luar negeri. Perak naik 1,7% menjadi USD 52,31, setelah mencapai rekor tertinggi Selasa di USD 53,6.

"Lonjakan harga perak didorong oleh pasokan London yang ketat, ditandai dengan backwardation yang ekstrem dan rekor harga sewa, tetapi dapat berbalik dengan cepat jika kekurangan mereda, kata analis Pepperstone,” Michael Brown.

Prediksi Harga Emas Terbaru

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Sebelumnya, harga emas dan perak masih betah terus menguat. Bank of America prediksi harga emas akan mencapai USD 5.000 dan harga perak sentuh USD 65 per ounce pada 2026.

Mengutip Kitco, Rabu (15/10/2025), Bank of America prediksi harga emas akan berada di kisaran USD 4.438 per ounce pada 2025. Sedangkan harga perak di kisaran USD 56,25 per ounce.

Sementara itu, Bank of America merupakan salah satu lembaga pertama yang menyoroti jalur emas menuju USD 4.000, dan setelah target ini tercapai, analis telah menetapkan target lebih tinggi.

"Kerangka kebijakan Gedung Putih yang tidak ortodoks seharusnya tetap mendukung emas, mengingat defisit fiskal, peningkatan utang, niat untuk mengurangi defisit neraca berjalan dan arus masuk modal serta dorongan untuk menurunkan suku bunga dengan dengan inflasi sekitar 3%,” kata analis.

 

 

Permintaan Investor Picu Kenaikan Harga Emas

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Tim riset yang dipimpin Michael Widmer memperkirkaan, peningkatan permintaan investasi sebesar 14% akan mendorong harga emas ke level USD 5.000 per ounce. Bank of America juga melihat potensi kenaikan ke level USD 6.000.

“Untuk reli ke level USD 6.000/ons, investor perlu meningkatkan pembelian mereka sebesar 28% — bukan hal yang mustahil, tetapi merupakan target yang tinggi,” kata para analis.

BofA tetap optimistis terhadap emas dan perak. Analis mencatat risiko konsolidasi yang tinggi.

“Pembelian ETF meningkat 880% year-on-year pada bulan September ke level tertinggi sepanjang masa sebesar USD 14 miliar; demikian pula, total investasi emas fisik dan kertas hampir dua kali lipat menjadi di atas 5% dari pasar ekuitas dan pendapatan tetap global,” kata analis.

"Dengan demikian, kami yakin pasar dapat berkonsolidasi dalam waktu dekat.”

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya