Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia mulai menguat pada perdagangan Senin setelah sempat anjlok ke level terendah dalam lima bulan pada sesi sebelumnya.
Kenaikan jarg harga minyak ini terjadi seiring meningkatnya harapan bahwa Amerika Serikat (AS) dan China akan melanjutkan perundingan dagang yang berpotensi meredakan ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia sekaligus konsumen minyak terbesar global.
Advertisement
Mengutip CNBC, Selasa (14/10/2025), harga minyak mentah Brent naik USD 1,07 atau 1,71% menjadi USD 63,80 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat USD 1,15 atau 1,95% ke posisi USD 60,05 per barel.
Sebelumnya, kedua harga acuan tersebut sempat turun sekitar 4% pada Jumat lalu, menyentuh titik terendah sejak Mei.
Analis energi DBS, Suvro Sarkar, menjelaskan bahwa pelemahan harga minggu lalu dipicu oleh gencatan senjata di Gaza dan kembalinya ketegangan perdagangan AS–China menjelang batas waktu negosiasi pada 10 November.
“Saat ini aksi jual tampaknya mulai mereda karena kedua pihak menunjukkan keinginan untuk kembali bernegosiasi,” ujar Sarkar.
“Namun, arah harga minyak jangka pendek tetap bergantung pada hasil perundingan dagang tersebut,” tambahnya.
Memanasnya Perang Dagang
Ketegangan antara Washington dan Beijing kembali meningkat pekan lalu setelah China memperluas kendali ekspor tanah jarang, bahan penting dalam industri teknologi global.
Sebagai respons, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif hingga 100% terhadap ekspor China ke AS.
Rencana pertemuan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping yang semula dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini kini diragukan, setelah Trump menyatakan “tidak ada alasan untuk bertemu”.
Meski begitu, Perwakilan Dagang AS, Jamison Greer, menyebut pertemuan masih mungkin digelar di Korea Selatan, di sela Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC).
Sebelumnya, harga minyak sempat jatuh tajam pada Maret dan April, di tengah puncaknya konflik dagang antara kedua negara tersebut.
Permintaan Naik
Dari sisi permintaan, impor minyak mentah China pada September tercatat naik 3,9% secara tahunan menjadi 11,5 juta barel per hari, berdasarkan data bea cukai negara itu.
Sementara di Timur Tengah, kelompok Hamas dilaporkan telah membebaskan tujuh sandera Israel pertama yang masih hidup. Langkah ini menjadi bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh pemerintahan Trump, dengan tujuan mengakhiri konflik di Gaza.