Madrasah NWDI Perkuat Ukhuwah dan Pendidikan Islam Sembilan Dekade

Antusiasme masyarakat dari berbagai daerah menjadi bukti kuat bahwa tradisi, ajaran dan nilai perjuangan Maulana Syaikh masih hidup di hati umat

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 13 Oktober 2025, 09:30 WIB
Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) memasuki usia ke-90. Ketua panitia acara hari ulang tahun (HUT) NWDI, H. Syamsu Rijal mengatakan, acara di Anjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (12/10) berlangsung dengan penuh khidmat dan bermakna.

“Kami menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan dengan sukses. Antusiasme masyarakat dari berbagai daerah menjadi bukti kuat bahwa tradisi, ajaran dan nilai perjuangan Maulana Syaikh masih hidup di hati umat,” kata Syamsu dalam keterangan diterima.

Senada, Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Wathan (NW) NTB, TGH. Khairul Fatihin, dalam sambutannya menegaskan, HUT NWDI bukan hanya sekadar peringatan sejarah, tetapi momentum untuk memperkokoh ukhuwah Islamiyah dan semangat kebersamaan jamaah di tengah arus zaman yang terus berubah.

“HUT Madrasah NWDI adalah ajang silaturahmi terbesar bagi jamaah NW dari seluruh Indonesia, di sinilah kita memperkuat ikatan, memperbarui niat, dan melanjutkan perjuangan dakwah yang diwariskan Almaghfurullah Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid,” ujar Khairul.

Ia juga mengingatkan, usia 90 tahun usia NWDI adalah perjalanan panjang yang sarat dengan perjuangan, tantangan, dan keberhasilan.

“Dalam 90 tahun perjalanan ini, NWDI dan Nahdlatul Wathan telah menorehkan sejarah yang panjang dalam bidang pendidikan, sosial, dan dakwah. Sudah sepantasnya kita melanjutkan perjuangan ini dengan menjaga dan memajukan lembaga-lembaga NW yang menjadi warisan beliau,” tutur dia.

Selanjutnya, pesan penting yang kembali disampaikan dalam acara HUT ke-90 NWDI disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), Dr. TGKH. Muhammad Zainuddin Atsani. Dia menyampaikan,HUT adalah peringatan terhadap perjuangan dan nilai-nilai luhur pendiri, Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

“Beliau mendirikan madrasah ini bukan hanya untuk mencetak santri, tetapi untuk membangun kesadaran akan pentingnya ilmu dan kemerdekaan umat Islam,” tegasnya.

 

Revolusi Pendidikan Islam

Merangkum semangat tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhammad Iqbal, menilai perjuangan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid merupakan bentuk revolusi pendidikan Islam yang memiliki kesamaan semangat dengan KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa.

“Keduanya adalah pejuang bangsa yang berjuang di medan berbeda, namun memiliki cita yang sama. KH. Hasyim Asy’ari berjuang dengan semangat jihad, sedangkan Maulana Syaikh berjuang melalui pendidikan. Dua-duanya adalah pahlawan nasional yang menyalakan semangat kemandirian umat,” kata Iqbal.

Iqbal menegaskan, kiprah NWDI dan Nahdlatul Wathan kini telah melintasi batas daerah dan generasi. Ribuan lembaga pendidikan di bawah naungan NW telah berdiri dari Aceh hingga Papua, menjadikannya salah satu jaringan pendidikan Islam terbesar di Indonesia.

“Dari Lombok Timur, pesan perjuangan Maulana Syaikh kini telah menembus batas waktu dan wilayah. Generasi muda NW harus melanjutkan semangat beliau dengan karya nyata di dunia pendidikan, ekonomi, dan sosial,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sejak didirikan pada tahun 1937, Madrasah NWDI telah menjadi tonggak penting dalam peradaban Islam di Indonesia khusunya di NTB. Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid menyalakan obor ilmu dan dakwah yang hingga kini menerangi ribuan lembaga pendidikan di seluruh Indonesia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya