Paus Leo XIV Desak Pemimpin Dunia Berani Wujudkan Perdamaian Gaza

Selain perdamaian di Gaza, Paus Leo XIV juga berdoa untuk warga Ukraina.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 13 Oktober 2025, 12:29 WIB
Audiensi ini merupakan salah satu tradisi penting dalam kehidupan Gereja Katolik. (Filippo MONTEFORTE/AFP)

Liputan6.com, Vatican City - Paus Leo XIV menyerukan keberanian dan tekad dari para pemimpin dunia yang tengah menyusun peta jalan perdamaian bagi Gaza.

Ajakan itu disampaikan pada Minggu (12/10/2025) waktu Vatikan, sehari sebelum sejumlah pemimpin global bertemu untuk membahas langkah konkret mengakhiri perang di wilayah tersebut.

“Kesepakatan untuk memulai proses perdamaian telah membawa secercah harapan di Tanah Suci,” ujar Paus asal Amerika Serikat itu usai memimpin doa Angelus di Lapangan Santo Petrus, dikutip dari laman Arab News, Senin (13/10).

Ia mendorong semua pihak agar “dengan berani melanjutkan perjalanan menuju perdamaian yang adil dan abadi, yang menghormati aspirasi sah rakyat Israel dan Palestina.”

Pada Senin (13/10), Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi dijadwalkan memimpin KTT Perdamaian Sharm el-Sheikh, yang bertujuan mengakhiri perang di Jalur Gaza.

Pertemuan itu akan membahas penerapan tahap awal gencatan senjata, dua tahun setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu ofensif besar-besaran Israel dan menewaskan lebih dari 67.000 warga Palestina.

“Dua tahun konflik telah meninggalkan jejak kematian dan kehancuran di mana-mana, terutama di hati mereka yang kehilangan anak, orang tua, dan sahabat tercinta,” kata Paus Leo.

Dalam doa yang sarat emosi, ia memohon agar Tuhan menolong umat manusia “mewujudkan hal yang kini tampak mustahil — menemukan kembali bahwa sesama bukanlah musuh, melainkan saudara yang layak untuk dicintai, diampuni, dan diberi harapan akan rekonsiliasi.”

 

Doa untuk Ukraina

Paus Leo XIV menyapa para peziarah dari Kroasia di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Selasa (7/10/2025). (Dok. AP/Andrew Medichini)

Selain menyinggung Gaza, Paus Leo XIV juga mengungkapkan dukacita mendalam atas serangan baru yang menghantam sejumlah kota di Ukraina, menewaskan warga sipil termasuk anak-anak.

“Hati saya bersama rakyat Ukraina yang menderita, yang telah hidup dalam kekurangan dan penderitaan selama bertahun-tahun,” ujarnya, sembari kembali menyerukan diakhirinya kekerasan.

Sementara itu, upaya diplomatik untuk mengakhiri invasi Rusia ke Ukraina dilaporkan berjalan lambat dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah Kyiv menilai perhatian dunia kini lebih banyak tertuju pada konflik Gaza.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Sabtu (4/10) bahkan meminta Donald Trump untuk membantu menengahi perdamaian di negaranya sebagaimana yang tengah diupayakan di Timur Tengah. “Jika satu perang bisa dihentikan, maka perang lainnya juga bisa,” katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya