7 Informasi Penting Wajib Diketahui Sebelum Berwisata ke Malaysia

Malaysia menjadi salah satu tujuan favorit pelancong dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Di antara daya tarik Malaysia adalah kulinernya yang beragam, wisata sejarah serta keindahan alam.

oleh Yacob BillioctaDiterbitkan 11 Oktober 2025, 06:05 WIB
Perpustakaan Kuala Lumpur Malaysia

Liputan6.com, Jakarta Malaysia menjadi salah satu tujuan favorit pelancong dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Di antara daya tarik Malaysia adalah kulinernya yang beragam, wisata sejarah serta keindahan alam.

Meski satu rumpun dengan Indonesia, namun terdapat perbedaan yang tidak semua orang mengetahui. Jadi sebelum Anda bepergian ke Malaysia, tidak ada salahnya memahami karakter maupun kebiasaan warga Malaysia.

Hal ini berguna agar tidak terjadi salah paham, ketika Anda berkomunikasi dengan warga Malaysia.

Berikut sejumlah hal yang perlu Anda perhatikan selum bepergian ke Malaysia.

Jangan Sembarang Bunyikan Klakson

Jalan raya di Kuala Lumpur Malaysia

Di Indonesia, membunyikan klakson saat berkendara merupakan hal lumrah. Ketika macet, tidak jarang pengemudi membunyikan klakson sebagai pertanda agar kendaraan di depan maju perlahan. Atau saat lampu merah di persimpangan jalan, pengemudi terbiasa membunyikan klakson meski lampu masih berwarna kuning.

Bahkan di beberapa daerah, klakson berfungsi untuk menegur warga yang sedang duduk di pinggir jalan.

Itu di Indonesia, namun kondisi berbeda ketika Anda di Malaysia. Anda akan menemukan nyaris tidak ada bunyi klakson di jalanan. Bahkan ketika jam-jam kemacetan seperti pada sore hari, tidak ada satu pun kendaraan yang membunyikan klakson.

Klakson tetap ada di kendaraan. Penggunaannya hanya terbatas pada situasi darurat atau mendesak. Jadi ketika berkendara di sana, jangan asal membunyikan klakson. Karena Anda bisa dianggap menantang, tidak sopan hingga bisa memancing kemarahan.

Jangan Salah Panggil

Sentral market Kuala Lumpur Malaysia

Kesalahan yang sering terjadi adalah soal panggilan. Tidak sedikit orang Indonesia memanggil orang Malaysia yang belum dikenal atau baru dikenal, dengan sebutan Pakcik.

Pakcik merupakan bahasa Melayu, artinya paman laki-laki. Sedangkan Makcik adalah bibi. Secara arti tidak ada masalah. Mungkin maksud panggilan itu adalah sebagai bentuk penghormatan.

Nah, ternyata tidak semua orang Malaysia nyaman dengan panggilan itu. Apalagi jika pria yang menjadi lawan bicara Anda itu sebaya atau berusia lebih tua sedikit dari Anda.

Jadi panggilan Pakcik lebih tepat untuk orang yang sudah memasuki masa pensiun atau paman yang ada di kampung.

Lantas apa kata ganti panggilan Pakcik? Anda bisa memanggil dengan sebutan Encik yang berarti tuan atau bapak. Atau untuk amannya, Anda bisa memanggil dengan sebutan Pak atau Ibu.

Perbedaan Waktu

Masjid Jamek Kuala Lumpur Malaysia

Meski bertetangga, namun terdapat selisih waktu antara Indonesia dan Malaysia. Jadi waktu di Malaysia lebih cepat satu jam dengan Indonesia. Namun uniknya, pada pukul 6.00 AM di Malaysia masih gelap gulita. Sedangkan pukul 6.00 PM masih terang.

Bagi kaum Muslim, satu hal yang perlu diperhatikan mengenai perbedaan waktu ini adalah pelaksanaan salat. Subuh di sana dimulai sekira pukul 05.53 AM. Data ini berdasarkan pengalaman jurnalis Liputan6.com ketika berkunjung ke Kuala Lumpur, Selasa (30/09/2025).

Sedangkan Zuhur pukul 1.06 PM. Asar pukul 4.16 PM. Magrib pukul 7.07 AM. Sementara Isya pukul 8.16 PM.

Tidak Ada Tukang Parkir Liar

Area parkir sepeda motor di Kuala Lumpur

Jika Anda berkeliling ke Kuala Lumpur atau kota-kota lain di Malaysia, Anda tidak akan menjumpai tukang parkir.

Kendaraan bebas parkir di depan minimarket, gedung, trotoar maupun pinggiran jalan.

Di tempat-tempat itu sudah terdapat garis parkir untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski tidak ada tukang parkir, kendaraan tetap rapi terparkir.

Kenali Nama Minuman

Minuman ABC alias es campur di Malaysia

Beberapa makanan dan minuman yang tersaji di kedai-kedai di Malaysia, memiliki citra rasa yang sama dengan Indonesia. Namun yang membedakan adalah namanya.

Seperti air putih. Di kedai Malaysia disebut sebagai air kosong. Jadi ketika Anda ingin memesan air putih di sana, bisa bilang air kosong atau mineral water.

Ada juga nama minuman ABC. Jika Anda mengira ABC ini adalah merek minuman orange squash, Anda salah. Di Malaysia, ABC kepanjangan dari air batu campur alias es campur.

Isian es campur di sana beragam. Namun pada umumnya semangkuk es campur biasa berisi kacang merah, es serut, gula dan susu.

Banyak Burung Gagak di Kuala Lumpur

Banyak burung gagak di Kuala Lumpur Malaysia

Jika Anda baru pertama kali datang ke Kuala Lumpur, pasti kaget dengan banyaknya burung gagak. Bertengger di pohon, halte bus, bahkan di trotoar.

Banyaknya burung gagak di Kuala Lumpur tidak lepas dari sejarah. Jadi dahulu ceritanya, penjajah dari Inggris dibuat pusing dengan serangan ulat di perkebunan kopi.

Mereka kemudian membawa masuk gagak untuk mengendalikan ulat. Sejak itu, populasi gagak berkembang biak seiring dengan pertumbuhan kota-kota besar yang menyediakan banyak sumber makanan dari sampah.

Berbagai upaya dilakukan Malaysia untuk mengendalikan populasi gagak, salah satunya dengan perlombaan menembak burung gagak.

Pilih Tukar Uang di Money Changer atau Tarik Tunai ATM

Kuala Lumpur Malaysia

Sebelum berangkat, pastikan Anda memiliki cukup uang Ringgit untuk membeli barang atau jajan selama berwisata ke Malaysia. Persoalannya, bagaimana jika uang yang kita bawa habis?

Ada beberapa solusi yang bisa dipilih. Namun setiap solusi ada plus minusnya.

Yang pertama adalah tukar uang di Malaysia. Jika anda masih memiliki simpanan rupiah, Anda bisa menukar dengan uang Ringgit. Untuk kurs, biasanya tergantung pada masing-masing money changer.

Anda juga bisa membeli menggunakan QRIS. Kurs ini lebih kompetitif. Per tanggal (03/10/2025), kurs RM 1 adalah Rp 3.967. Namun memang minusnya adalah tidak semua tempat perbelanjaan menyediakan pilihan pembayaran ini, terlebih jika Anda bepergian ke daerah-daerah terpencil di Malaysia.

Selanjutnya Anda bisa tarik tunai di ATM. Namun memang kursnya tinggi. RM 1 bisa sampai Rp 4.360.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya