Liputan6.com, Jakarta - Bonding atau membentuk ikatan emosional antara orangtua dan anak adalah hal penting.
Menurut, psikolog klinis, Analisa Widyaningrum, bonding yang baik dapat membangun fondasi kesehatan emosional anak.
Advertisement
Penelitian menunjukkan, meluangkan sedikit waktu fokus bersama anak sudah cukup untuk mempererat intimasi dan membangun rasa aman.
“Kita bisa mulai dengan aktivitas sederhana seperti bermain, bercerita, atau musik yang menjadi sarana efektif memperkuat kedekatan dengan anak,” jelas perempuan yang akrab disapa Ana dalam temu media Parentalk Festival 2025 di Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Momen kebersamaan yang terjaga secara rutin akan melampaui sekadar bonding, karena bukan hanya menciptakan kenangan indah tetapi juga menumbuhkan keseimbangan emosional serta memperkuat ikatan keluarga. Salah satu cara bonding dengan anak adalah bermain musik dan bernyanyi bersama.
Dibingkai dengan musik, hubungan orangtua dan anak bisa semakin kaya karena anak dapat melatih kognitif, mengasah motorik, sekaligus belajar berekspresi, mengelola emosi, dan menumbuhkan percaya diri. Dipadukan dengan aktivitas kreatif lainnya, kebersamaan ini menghadirkan pengalaman hangat yang berdampak nyata bagi tumbuh kembang anak.
Seperti yang dilakukan Angga Puradiredja, vokalis Maliq & D’Essentials. Ia melihat perannya sebagai ayah sekaligus musisi berjalan beriringan.
“Sebagai ayah, saya berusaha meluangkan waktu mengikuti minat anak, termasuk ketika mereka tertarik pada musik. Namun sebagai musisi, saya sadar musik hanyalah titik awal, sehingga perlu dikemas dengan permainan atau aktivitas kreatif lain agar tidak membosankan,” kata Angga dalam kesempatan yang sama.
“Dari situlah saya belajar bahwa momen sederhana justru bisa mempererat kedekatan, dan bagi kami musik hanyalah salah satu jembatan untuk menciptakan kebersamaan,” tambahnya.
Arti Momen Kebersamaan untuk Anak
Mempererat ikatan emosional dengan orangtua melalui musik juga dilakukan dalam keluarga penyanyi cilik, Quinn Salman.
“Salah satu memori yang paling berkesan buat aku dan keluargaku adalah bercerita. Hampir setiap waktu kami selalu sempatkan bercerita dan berdiskusi tentang apapun termasuk berkaitan dengan musik mulai dari pemilihan nada, pembuatan lirik hingga etika dan cara aku berbicara saat tampil diatas panggung,” kata Quinn.
“Buat aku, momen kebersamaan ini sangat istimewa karena selalu ada orangtua yang mendampingi, memberi ruang untuk berkembang dan menjadi support system yang sangat kuat.”
Perjalanan Quinn membuktikan bahwa kreativitas bisa menjadi pintu bagi anak untuk bertumbuh.
Terhubung Secara Alami
Dalam kesempatan yang sama, Co-founder & CEO Parentalk, Nucha Bachri, mengatakan, keluarga modern membutuhkan waktu untuk terhubung secara alami.
Untuk itu, ia kembali menggelar Parentalk Festival 2025 yang akan dihelat pada 25 Oktober 2025 di Urban Forest Jakarta.
Ajang ini menghadirkan beragam aktivitas anak dan orangtua, dipadukan dengan musik sebagai elemen sederhana namun bermakna untuk memperkuat bonding.
“Festival ini menjadi pengingat bahwa hubungan hangat adalah fondasi tumbuh bersama, bukan sekadar momen sesaat, sekaligus wadah kolaborasi untuk menyuarakan pesan positif bagi keluarga Indonesia,” ujar Nucha.
Dia menambahkan, bagi keluarga urban, festival ini bisa menjadi pilihan sebagai jeda singkat dari padatnya rutinitas dan kesempatan untuk mempererat kebersamaan.
“Tahun ini Parentalk Festival mengusung tema ‘Let’s Groove and Play’, membawa ragam aktivitas seru bagi anak dan orangtua untuk bermain, belajar, serta menciptakan momen kebersamaan, dilengkapi dengan musik sebagai tangga harmoninya. Festival ini nantinya akan menghadirkan mini playground, kids activity, hingga bazaar yang semakin memperkaya pengalaman keluarga,” ucapnya.