Bukan Hanya Soal Skill, CEO Ini Ungkap Rahasia Karakter Karyawan Sukses

CEO Olipop, Ben Goodwin menilai ada sejumlah faktor pertimbangan merekrut karyawan selain keahlian.

oleh Satria Aji SaputraDiterbitkan 09 Oktober 2025, 06:00 WIB
Ilustrasi kerja, semangat, karyawan. (Image by lifeforstock on Freepik)

Liputan6.com, Jakarta - Bagi CEO sekaligus co-founder perusahaan minuman kesehatan, Olipop, Ben Goodwin (40), kualitas terpenting dari seorang kandidat karyawan bukanlah pengalaman panjang di perusahaan ternama atau daftar kemampuan teknis yang mengesankan. Satu hal yang justru paling ia cari adalah hasrat dan semangat besar untuk berhasil.

Orang-orang dengan “gairah di dalam diri” dan motivasi kuat untuk berkembang jauh lebih menarik dibanding mereka yang sekadar memiliki CV cemerlang, kata Goodwin kepada CNBC Make It.

"Antara semangat dan kemampuan teknis, semangat selalu menang," ujar dia seperti dikutip dari CNBC, Kamis (9/10/2025).

"Kalau seseorang punya cukup passion, kemampuan teknis biasanya akan mengikuti," ia menambahkan.

Sebaliknya, karyawan yang hanya mengandalkan keterampilan tanpa semangat cenderung merasa tidak terpenuhi atau bahkan kehilangan keterikatan terhadap misi perusahaan. Dua hal yang menurut dia sangat penting untuk menjaga tim tetap produktif dan berkomitmen.

Tren Dunia Kerja: Soft Skills Kian Dihargai

Hal ini sejalan dengan tren global. Laporan LinkedIn “Skills on the Rise 2025” mencatat banyak perusahaan kini mulai menurunkan fokus pada hard skills dan lebih menekankan pada kualitas personal seperti kemampuan beradaptasi, penyelesaian konflik, berpikir inovatif, serta komunikasi publik.

Passion jadi Kunci Sukses

Ilustrasi karyawan, bekerja, rapat, suasana kantor. (Foto By AI)

Meski terdengar klise, passion ternyata menjadi salah satu kunci sukses yang sering diabaikan pencari kerja. Mantan rekruter di Google dan DoorDash sekaligus CEO talent marketplace Continuum, Nolan Church, menyarankan kandidat untuk mencantumkan hal-hal yang mereka sukai di bagian “minat” di akhir CV.

"Kalau kamu benar-benar peduli terhadap sesuatu, itu menunjukkan kamu juga bisa peduli terhadap pekerjaanmu,” ujar Church kepada CNBC Make It pada 2023.

Menurut Goodwin, semangat itu juga menumbuhkan rasa “memiliki” terhadap pekerjaan dan misi perusahaan. Karyawan yang bersemangat cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dan lebih peduli terhadap timnya.

Ia mencontohkan pengalamannya sendiri:

"Ada saat-saat dalam karier saya di mana saya menolak tawaran uang dalam jumlah besar, bahkan ketika saya sedang sangat membutuhkannya,” ungkapnya.

"Tapi saya tahu itu hanya solusi jangka pendek yang bisa mengorbankan misi jangka panjang. Saya serius dengan misi Olipop, dan passion membantu saya tetap berpegang pada filosofi itu.”

Bahaya Ego yang Terlalu Besar

Ilustrasi karyawan, bekerja, suasana kantor. (Photo by Damir Kopezhanov on Unsplash)  

Namun, ada satu sifat yang langsung menjadi tanda bahaya bagi Goodwin: ego berlebihan.

“Kami tidak bisa mempekerjakan orang yang egonya lebih besar dari misi tim,” tegasnya.

Untuk menilai hal itu, Goodwin selalu menanyakan pertanyaan seputar kesadaran diri (self-awareness) kepada para kandidat. Ia percaya, seseorang dengan ego terkendali pasti tahu kelemahannya dan memiliki strategi untuk mengatasinya.

"Untuk bisa menjaga ego tetap seimbang, kamu harus tahu apa saja yang bisa ‘menggagalkanmu’. Itu berarti kamu harus cukup rendah hati dan terbuka untuk mengakuinya — dan juga punya cara untuk mengatasinya,” jelasnya.

"Orang yang mampu menjelaskan hal itu biasanya sudah melalui proses "self-work" yang cukup mendalam.”

Bagi Ben Goodwin, karyawan ideal bukanlah mereka yang paling pintar atau berpengalaman panjang, melainkan mereka yang datang dengan api semangat, kerendahan hati, dan komitmen terhadap misi yang lebih besar dari diri sendiri.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya