Ketimpangan di Kota Modern: Gedung Tinggi dan Kawasan Kumuh Berdamping, 1 Rumah Diisi 4 Keluarga

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan masih ada ketimpangan dalam pengembangan kawasan perkotaan moderen.

oleh Septian DenyDiterbitkan 06 Oktober 2025, 18:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung pelaksanaan kick-off uji coba sistem All Indonesia di Bandara Internasional Soekarno–Hatta, Tangerang, pada Kamis (24/7/2025). (Dok KemenkoInfra) 

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan masih ada ketimpangan dalam pengembangan kawasan perkotaan moderen. Misalnya, adanya kawasan kumuh dengan tempat tinggal yang kurang memadai.

Dia menjelaskan, pengembangan kota modern dihadapkan pada ketimpangan kondisi masyarakat. Ketika sebuah kota maju dalam implementasi teknologinya, tak dapat dipungkiri ketimpangan semakin melebar.

BACA JUGA: AHY Buka Tanggapi Safari Politik Jokowi, Singgung Pemilu 2029 yang Masih Lama

"Kita masih melihat wajah kemiskinan kota, di samping gedung-gedung tinggi ada kawasan kumuh, slum area, yang petak kecil, satu rumah kecil sekali, kumuh, tidak ada sanitasi, tidak ada pencahayaan, tapi ditinggali 4 keluarga berganti-gantian. Ini masih terjadi di sana-sini," kata AHY usai The 54th Earoph Regional Conference, di Jakarta, Senin (6/10/2025).

Untuk itu, menurutnya penting untuk menerapkan pendekatan yang berfokus pada pengurangan kemiskinan dalam mengembangkan kota moderen. Tujuannya, membuat warga tetap nyaman untuk tinggal dan bekerja.

"Jadi ‘people first development’ itu bukan jargon, tetapi memang pembangunan itu lebih ditujukan pada bagaimana keluarga-keluarga kita itu bisa lebih nyaman dan kemudian punya pekerjaan yang baik juga," tutur dia.

AHY menjelaskan, konsep besar ini perlu diintegrasikan. Dia memastikan arah pengembangan tak sebatas pada pembangunan fisik, tapi ekosistem agar masyarakatnya bisa sejahtera.

 

Dua Konsep Besar

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat Rapat Koordinasi Penanganan ODOL yang digelar Rabu (17/7/2025). (Foto: Liputan6.com/Gagas Y)

AHY menjelaskan, setidaknya ada dua konsep yang bisa dijalankan dalam pengembangan kota moderen. Pertama, hunian berorientasi transportasi umum atau transit oriented development (TOD). Kedua, regenerasi masyarakat urban.

Konsep kedua ini fokusnya adalah menata kawasan pemukiman yang sudah ada agar menjadi lebih nyaman untuk ditinggali masyarakat.

"Kita lakukan revitalisasi, pembenahan, regulasi-regulasinya pun juga harus bisa diterapkan dengan baik sehingga ekonominya inklusif dan kemudian masyarakatnya juga tidak malah justru terjebak dalam sebuah ketimpangan," tutur dia.

 

Apartemen di Travoy Hub

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa keselamatan transportasi nasional harus menjadi prioritas bersama. (Dok. Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan)

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan rencana pengembangan kawasan Travoy Hub milik PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Nantinya, akan dibangun sebuah apartemen yang terintegrasi di kawasan tersebut.

Ia menjelaskan, hal ini sejalan dengan pengembangan kawasan berorientasi transportasi umum atau Transit Oriented Development (TOD).

"Saya dengar nanti akan ada pengembangan hunian ya, apartemen, yang juga diharapkan ini bisa semakin mengintegrasikan antara kawasan hunian dengan transportasi publik massal," kata AHY saat meresmikan Travoy Hub TCD Taman Mini, Jakarta, Kamis (25/9/2025).

 

Pengembangan Kota

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berduka atas korban meninggal dunia kasus Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, di Sidoarjo, Jawa Timur. (Liputan6.com/Arief)

Saat ini, Travoy Hub menjadi wadah bagi sejumlah tenan kuliner dan fasilitas pendukung kegiatan masyarakat. Kawasan ini juga terintegrasi dengan Stasiun LRT Jabodebek TMII dan Transjakarta, serta terhubung dengan rest area KM 05 Jagorawi.Pembangunan apartemen tersebut, kata AHY, sejalan dengan pengembangan kawasan hunian yang nyaman dan terintegrasi.

"Inilah yang menjadi arah pengembangan kota yang harus semakin aman, nyaman, dan menghadirkan suasana yang juga produktif, kreatif melalui pengembangan-pengembangan seperti ini," ucapnya.

"Jadi rest area terus dikembangkan, bukan hanya sekadar untuk berhenti sejenak, tapi menjadi Hub untuk transportasi ke lokasi-lokasi selanjutnya," sambungnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya