Liputan6.com, Moscow - Presiden Rusia Vladimir Putin berjanji akan segera merespons peningkatan militerisasi di Eropa. Dia menepis kekhawatiran Barat tentang kemungkinan Rusia menyerang NATO, mencapnya sebagai "omong kosong".
Dalam pidato panjang di sesi pleno Valdai, forum tahunan yang mempertemukan pejabat dan pakar kebijakan luar negeri di Sochi, Kamis (2/10/2025), Putin menegaskan bahwa Rusia tidak bisa tinggal diam terhadap situasi di Eropa.
Advertisement
"Kami memantau dengan cermat meningkatnya militerisasi di Eropa. Kami sama sekali tidak bisa mengabaikan apa yang terjadi karena hal itu langsung berkaitan dengan keamanan kami sendiri," ujarnya, seperti dikutip The Guardian.
"Saya pikir tidak ada yang meragukan bahwa langkah balasan Rusia tidak akan lama datang."
Pernyataannya muncul saat 45 pemimpin Eropa berkumpul di Kopenhagen untuk menghadiri sebuah pertemuan puncak yang bertujuan memperkuat dukungan terhadap Ukraina dan mempercepat proyek pertahanan yang dimaksudkan agar benua ini mampu menghalangi agresi Rusia. Pertemuan digelar di tengah beberapa pekan penuh ketegangan, ketika sejumlah negara Eropa melaporkan pelanggaran wilayah udara oleh drone dan jet Rusia.
Insiden-insiden tersebut memicu kekhawatiran bahwa Rusia tengah menguji keteguhan NATO.
Pujian untuk Trump
Sambil mengancam Eropa, Putin justru mengambil nada yang lebih bersahabat terhadap Donald Trump, meskipun pemimpin Amerika Serikat (AS) itu baru-baru ini melontarkan komentar merendahkan tentang dirinya.
Dalam apa yang dinilai sebagai upaya merebut kembali simpati Trump, Putin melontarkan pujian kepadanya, dengan mengklaim, "Jika Trump yang berkuasa (saat itu), konflik di Ukraina bisa saja dihindari."
Pernyataan tersebut sejalan dengan klaim yang kerap diulang Trump sendiri dalam berbagai pidato publiknya.
Baik Rusia maupun Volodymyr Zelenskyy telah berbulan-bulan mencoba merayu Trump terkait perang di Ukraina, sementara sang pemimpin AS berulang kali berganti sikap.
Dalam beberapa minggu terakhir, Kyiv dilaporkan lebih unggul, dengan Trump menyatakan kekecewaannya pada Putin karena memperpanjang pertempuran. Dia bahkan menyepelekan ekonomi dan militer Rusia sebagai "macan kertas".
Menurut Wall Street Journal, Trump baru-baru ini memberi wewenang kepada badan intelijen AS dan Pentagon untuk membantu Kyiv melancarkan serangan jauh ke dalam wilayah Rusia – sebuah langkah yang akan menjadi perubahan signifikan dalam kebijakan AS di bawah kepemimpinannya.
Zelenskyy juga telah melobi Washington untuk mendapatkan rudal jelajah Tomahawk, Barracuda, dan senjata jarak jauh buatan AS lainnya yang mampu menghantam target hingga 804,7 km jauhnya.
Respons soal Macan Kertas
Seperti pada kesempatan sebelumnya ketika dikritik oleh Trump, Putin menanggapinya dengan enteng, seakan menghitung bahwa sang pemimpin AS akan berubah pikiran.
Putin menyebut Trump sebagai mitra bicara yang menyenangkan, seseorang yang tahu cara mendengarkan. Dia mengaku bahwa Rusia berupaya memulihkan hubungan secara penuh dengan AS, sembari memuji pemerintahan Trump atas keterusterangan dan bersikap tanpa kemunafikan.
Menanggapi ejekan Trump tentang "macan kertas", Putin menyebut komentar itu mungkin bernada sindiran. Dia balik bertanya, "Kalau kami mampu berperang melawan seluruh blok NATO namun masih disebut macan kertas, lalu apa artinya NATO sendiri?"
Pemimpin Rusia itu juga memuji rencana Trump untuk mengakhiri perang di Gaza, dengan mengatakan bahwa mantan perdana menteri Inggris Tony Blair – yang diperkirakan akan memainkan peran sentral dalam inisiatif tersebut – bisa memberikan kontribusi positif.
Putin sempat menyimpang dari topik dengan mengenang bagaimana dia pernah menginap semalam di rumah Blair dan keduanya minum kopi bersama keesokan paginya dengan mengenakan piyama.
Nada yang digunakan jauh lebih keras ketika berbicara soal Eropa, dengan sebagian besar kemarahan Putin diarahkan pada benua itu, menyalahkan elitenya karena menghalangi perdamaian di Ukraina dan mengobarkan histeria.
"Sekarang digambarkan seakan-akan perang dengan Rusia sudah di depan pintu. Mereka terus-menerus mengulang omong kosong ini, seperti mantra … Apa mereka sendiri percaya bahwa Rusia akan menyerang NATO? Kalau benar mereka percaya, berarti mereka sangat tidak kompeten karena jelas omong kosong semacam ini tidak bisa dipercaya. Kalau tidak, berarti mereka sekadar tidak jujur," tegas Putin.
Tetap Percaya Diri
Putin turut mengecam penangkapan awak kapal tanker Rusia oleh Prancis pada pekan ini. Kapal yang disebut sebagai bagian dari "armada bayangan" Rusia itu dicurigai digunakan sebagai landasan peluncuran drone yang sebelumnya memaksa sejumlah bandara di Denmark ditutup.
"Kapal tanker itu disita tanpa alasan apa pun di perairan netral. Ini adalah aksi perompakan," kata Putin.
Terkait perang di Ukraina, tidak ada tanda bahwa Putin melunak atau berupaya mencari kompromi. Dia tetap mempertahankan tujuan maksimalisnya untuk memaksa Kyiv menyerah. Meski kemajuan pasukan Rusia di medan tempur belakangan ini terbatas, Putin bersikeras bahwa militernya dengan percaya diri maju di sepanjang garis depan.
Putin mengklaim bahwa kerugian Ukraina jauh lebih besar dibanding Rusia — meskipun perkiraan Barat menyebut korban Rusia hampir mencapai satu juta, lebih tinggi daripada Ukraina.
"Mengingat kerugian Ukraina, Kyiv sebaiknya berpikir serius untuk memulai negosiasi," ujarnya.
Dari sisi Ukraina, Zelenskyy, yang menghadiri pertemuan para pemimpin Eropa di Kopenhagen, menegaskan bahwa Rusia tengah meningkatkan tindakannya yang merusak. Dia mendesak negara-negara Eropa untuk menunjukkan kemauan politik dan tidak menunda langkah bersama.
"Kita melihat dengan jelas bahwa hanya tindakan kolektif yang dapat menjamin keamanan nyata. Tidak ada negara yang boleh dibiarkan sendirian menghadapi ancaman ini," kata Zelenskyy.
Dia menyerukan kepada Eropa untuk segera meningkatkan tekanan agar Rusia mengakhiri perang dan mengubah kebijakannya.