Ini Penjelasan Lengkap Fungsi Etanol, Bikin Vivo dan BP Batal Beli BBM dari Pertamina

Guru Besar ITB menyebut campuran etanol di dalam BBM memiliki banyak fungsi. Salah satunya adalah mendongkrak oktan. Namun etanol di BBM juga memiliki kelemahan, yaitu mudah menyerap air dari udara. Simak penjelasan lengkapnya di sini.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 02 Oktober 2025, 19:00 WIB
Angkutan umum antri melakukan pengisian BBM di SPBU Vivo di kawasan Cilangkap, Jakarta, Kamis (26/10). SPBU tersebut akan menyalurkan BBM bensin Research Octane Number (RON) 89, 90, dan 92 dengan merk Revvo. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - SPBU swasta yaitu Vivo dan BP-AKR membatalkan rencana untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis base fuel yang diimpor oleh PT Pertamina Patra Niaga. Alasannya, kedua perusahaan tersebut menemukan kandungan etanol yang mencapai 3,5 persen.

Sebenarnya apa fungsi etanol dalam BBM?

Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto Zaenuri, menjelaskan ada beberapa fungsi etanol di dalam BBM. Salah satunya adalah meningkatkan angka oktan.

Etanol memiliki angka oktan yang sangat tinggi, yaitu sekitar 110–120. Dengan mencampurkan etanol ke dalam bensin beroktan rendah, nilai oktannya bisa naik signifikan.

"Misalnya, bensin RON 88 jika dicampur sekitar 3,5% etanol, angka oktannya dapat meningkat hingga RON 92–95," jelas dia kepada Liputan6.com, Kamis (2/10/2025).

Selain mendongkrak oktan, etanol juga mengandung oksigen. Kehadiran oksigen ini membuat proses pembakaran di ruang mesin menjadi lebih sempurna. Dampaknya, mesin bisa menghasilkan tenaga lebih baik dan emisi berkurang.

Namun, karena pembakarannya lebih panas, mesin perlu diatur agar tetap stabil.

Dari sisi perawatan, etanol juga membantu menjaga kebersihan mesin. Campuran etanol dalam BBM bisa mengurangi kebutuhan aditif pembersih (deposit control additive), bahkan efek kebersihannya bisa lebih besar.

Tetapi, penggunaan etanol juga membuat biaya tambahan aditif meningkat, yang pada akhirnya bisa memengaruhi margin harga BBM.

 

Lebih Ramah Lingkungan

Sejak pertama kali beroperasi di tahun 2018, jaringan SPBU BP-AKR hingga kini telah mencapai 50 SPBU yang berada di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur. (Dok BP-AKR)

Keunggulan lain etanol adalah sifatnya yang lebih ramah lingkungan. Karena berasal dari biomassa atau tumbuhan, etanol disebut sebagai bahan bakar karbon netral.

Artinya, karbon dioksida (CO₂) yang dilepas saat pembakaran sebanding dengan CO₂ yang diserap tanaman saat tumbuh. Dengan campuran 3,5% saja, emisi CO₂ dari BBM bisa ikut berkurang.

Terkait kompatibilitas, hampir semua kendaraan modern di Indonesia dapat menggunakan BBM dengan campuran etanol hingga 20%. Sebagai perbandingan, di Brasil, lebih dari 80% kendaraan bahkan bisa menggunakan bahan bakar dengan campuran etanol mencapai 85% (E85).

 

Mudah Menyerap Air dari Udara

Namun, etanol juga memiliki kelemahan, yaitu mudah menyerap air dari udara. Jika BBM yang mengandung etanol terlalu lama disimpan di tangki, air bisa terakumulasi dan mengendap di dasar tangki. Kondisi ini dapat menimbulkan masalah, terutama bagi kendaraan lama yang tidak dirancang untuk BBM ber-etanol.

Di Indonesia, seluruh BBM yang dipasarkan harus sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan Kementerian ESDM (Migas). Selama spesifikasi tersebut terpenuhi, BBM dengan campuran etanol bisa dipasarkan, baik melalui impor maupun produksi dalam negeri. Pertamina pun menggunakan standar ini sebagai acuan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya