Kepala BGN Minta Maaf soal Insiden Wartawan Dicekik Saat Liput Dapur MBG: Kekerasan Tak Boleh Terjadi

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Handayani meminta maaf atas insiden yang menimpa wartawan yang diduga dianiaya oleh orang tak dikenal.

oleh Tim NewsDiterbitkan 01 Oktober 2025, 18:59 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hidayana melaporkan lebih dari 6.457 orang terdampak keracunan makanan bergizi gratis (MBG). (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Handayani meminta maaf atas insiden yang menimpa wartawan yang diduga dianiaya oleh orang tak dikenal saat melakukan aktivitas peliputan di lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), buntut keracunan yang dialami oleh puluhan siswa SDN 01 Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur. 

"Saya belum dapat laporan resmi, tapi kami minta maaf ya kalau petugas kami melakukan itu," kata dia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Dadan menuturkan, bakal melakukan klarifikasi atas insiden diduga penganiayaan yang dialami wartawan media nasional tersebut.

"Tapi kami akan tetap segera klarifikasi kejadian yang sebenarnya, cuma apapun bentuknya kekerasan tidak boleh," ungkap dia.

Dadan pun disinggung soal sulitnya meliput dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

 

 

Sesuai Prosedur

"Ini bukan sulit. Saya beberapa kali dihubungi oleh wartawan untuk meliput, saya persilahkan. Jadi, memberikan pengetahuan terlebih dahulu. Karena itu kan terkait dengan aspek higienis itu," jelas dia.

"Jadi, kalau tiba-tiba masuk, meliput, tidak menggunakan APD kan menyalahi prosedur. Jadi, kalau menyampaikan pengetahuan minta izin, pasti kami persilahkan untuk meliput," sambungnya.

Kemudian, terkait dengan kasus yang terjadi di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur masih dilakukan investigasi.

"Masih diinvestigasi, dan itu jumlahnya kalau nggak salah berapa delapan ya?," pungkasnya.

Insiden

Sebelumnya, wartawan dianiaya oleh orang tak dikenal saat melakukan aktifitas peliputan di lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) buntut keracunan yang dialami oleh puluhan siswa SDN 01 Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Dugaan keracunan massal terjadi pada Selasa (30/9/2025). Mereka mendadak mual dan muntah usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG)

Wartawan Wartakota, Miftahul Munir menceritakan, ia bersama rekannya Kiki mendatangi kantor SPPG Gedong 2, tepat di seberang Kampus Unindra, Selasa (30/9/2025). Mereka datang untuk mencari keterangan soal MBG yang diduga membuat 20 murid keracunan.

"Pas saya sampai si bapak penjaga (sudah tua) nyuruh masuk dikira saya tukang cuci ompreng. Pas habis parkir saya tanya mau ketemu kepala SPPG, tapi dia nyuruh keluar," kata dia kepada wartawan, Selasa (30/9/2025).

Dia mengatakan, ia bersama rekannya kemudian keluar sambil memvideokan sosok orang tak dikenal yang diduga sudah marah. Tak lama, sebuah mobil bertuliskan SPPG masuk ke lokasi. Munir berusaha mengambil gambar, tapi dihalau.

"Si bapak tua itu ngelarang. Saya bilang, ini di luar area publik enggak bisa larang-larang. Terus salah satu pegawai SPPG samperin saya ngejelasin bahwa bukan di situ penyedia MBG yang sebabkan siswa keracunan tapi di pinggir jalan dekat samping air biru," ucap dia.

 

 

Reporter: Nur Habibie/Merdeka.com

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya