Ekonomi Indonesia Diprediksi Tak Sampai 5%, Menko Airlangga Bilang Begini

Proyeksi Asian Development Bank (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 masih berada di bawah 5 persen.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 30 September 2025, 18:16 WIB
Suasana deretan gedung bertingkat dan rumah pemukiman warga terlihat dari gedung bertingkat di kawasan Jakarta, Jumat (29/9). Pemerintah meyakinkan target pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 5,4 persen tetap realistis. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menanggapi proyeksi Asian Development Bank (ADB) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 masih berada di bawah 5 persen.

Menurut Airlangga, prediksi tersebut perlu dilihat secara komprehensif dengan mempertimbangkan juga proyeksi lembaga internasional lainnya.

Ia mencontohkan, Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) justru telah menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dari sebelumnya di bawah 4,9 persen, kini OECD memasukkan angka 4,9 persen.

"OECD dan yang lain, tahu itu mereka juga lebih tinggi dari yang lalu, jadi upgrade sebetulnya OECD (sebelumnya) dibawah 4,9 persen sekarang memasukkan 4,9 persen," kata Airlangga saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (30/9/2025).

Airlangga menilai bahwa berbagai program pemerintah yang sudah digelontorkan akan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Salah satunya lewat dorongan stimulus Rp 200 triliun ke sektor perbankan yang diharapkan mampu menggerakkan perekonomian nasional.

Dengan kebijakan tersebut, sektor riil maupun keuangan diharapkan dapat lebih terakselerasi, sehingga target pertumbuhan bisa lebih mendekati angka 5 persen.

Menko Airlangga optimistis bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi tantangan global di tahun depan.

"Jadi, tentu dengan berbagai program pemerintah yang sudah digelontorkan, termasuk kemarin juga mendorong Rp 200 triliun ke perbankan, ini diharapkan sektor bergerak," ujar Airlangga Hartarto.

 

Pemerintah Siapkan Evaluasi Belanja Negara

Pernyataan tersebut menanggapi pandangan fraksi terhadap asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen hingga 5,7 persen dalam Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) RAPBN Tahun 2024. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain stimulus perbankan, Airlangga juga menekankan pentingnya efektivitas belanja pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menyebut, saat ini Kementerian Keuangan tengah menyiapkan evaluasi penggunaan anggaran kementerian dan lembaga.

Langkah tersebut, kata Airlangga, mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Nantinya, menjelang bulan Oktober, pemerintah akan meninjau kembali realisasi belanja negara, khususnya pada pos-pos anggaran yang belum terserap optimal.

"Kemudian juga kita melihat spending pemerintah dari kementerian dan lembaga, Menteri Keuangan sudah akan melakukan evaluasi, Bapak Presiden telah menyetujui, nanti menjelang bulan Oktober kita lihat, nanti tentu yang belum terpakai itu bisa dialihkan untuk program lain," ujarnya.

 

OECD Revisi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Naik jadi 4,9% pada 2025

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam keterangan pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (23/4/2025), menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi masih diperkirakan berada di kisaran 4,7% hingga 5,5%, dengan titik tengah 5,1. (Liputan6.com/Angga Yuniar).

Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan atau Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 menjadi naik.

Berdasarkan laporan berjudul OECD Economic Outlook – Interim Report September 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 4,9 persen pada 2025.

Dibandingkan laporan sebelumnya pada Juni 2025, proyeksi pertumbuhan Indonesia tahun 2025 mengalami revisi naik sebesar 0,2 poin persentase, dari 4,7 persen menjadi 4,9 persen.

Kenaikan ini mencerminkan keyakinan perekonomian domestik mampu menghadapi tekanan global dengan lebih baik dari perkiraan awal.

"Pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut dan investasi publik yang kuat diharapkan dapat mendukung perekonomian Indonesia, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 4,9 persen yang diproyeksikan untuk tahun 2025 dan 2026," tulis laporan OECD, Rabu (24/9/2025).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya