Jose Mourinho Tebar Psywar Jelang Chelsea vs Benfica: Sebut Dirinya 'The Biggest One'

Fans Chelsea tentu masih ingat bagaimana Mourinho mempersembahkan tiga gelar Premier League bagi The Blues.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 30 September 2025, 17:51 WIB
Lawatan ke Stamford Bridge akan terasa emosional bagi Mourinho. Kendati demikian, The Special One tak datang ke London untuk reuni. Ia ingin meneruskan awalan positifnya bersama Benfica. (Steven Paston/PA via AP)

Liputan6.com, Jakarta Chelsea akan mendapat tamu istimewa pada matchday kedua fase grup Liga Champions 2025/2026, Rabu (1/10) dini hari WIB. Stamford Bridge akan menjadi panggung kembalinya Jose Mourinho, kali ini bersama tim barunya, Benfica.

Pertemuan ini bukan sekadar laga biasa, melainkan reuni emosional antara Mourinho dan klub yang pernah ia antar menuju era kejayaan. Publik tentu masih ingat bagaimana Mourinho mempersembahkan tiga gelar Premier League bagi The Blues.

Di sisi lain, laga ini juga menjadi ujian awal bagi Mourinho sebagai pelatih Benfica. Baru beberapa pekan menakhodai klub asal Portugal itu, ia langsung berhadapan dengan mantan tim yang penuh kenangan.

Tak hanya soal taktik, Mourinho kembali memainkan psywar khasnya. Dengan percaya diri, ia menyebut dirinya sebagai 'The Biggest One' di hadapan Chelsea, sebuah pernyataan yang tentu akan menjadi sorotan besar.


Mourinho Sebut Dirinya 'The Biggest One'

Reaksi Jose Mourinho saat mencium medali di depan trofi juara Premier League 2014/2015, di Stadion Stamford Bridge (24/5/2015). Mourinho harus merasakan diberhentikan Chelsea untuk kali kedua setelah membawa timnya berada di peringkat 16 Premiership 2015-

Mourinho dikenal tak pernah jauh dari kalimat kontroversial. Kali ini, ia kembali mengingatkan publik bahwa dirinya tetap bagian penting dari sejarah Chelsea, bahkan dengan julukan baru: The Biggest One.

"Chelsea memenangkan sesuatu sebelum masa saya, lalu kami mulai menang, dan tim saya terus menang, lalu terjadi transformasi tim baru, pelatih baru, lebih banyak trofi, trofi Eropa, yang terbesar, Liga Champions," ujar Mourinho.

"Jadi, Chelsea adalah mesin pemenang. Saya 'The Biggest One' sampai seseorang memenangkan empat gelar."

Mourinho juga menegaskan dirinya tidak akan larut dalam suasana emosional meski kembali ke Stamford Bridge. "Saya bukan lagi biru, saya merah dan ingin menang. Tentu saja, saya akan selalu menjadi biru," ucapnya.


Respon Enzo Maresca: Sebuah Kehormatan Lawan Mourinho

Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, melakukan selebrasi setelah timnya mengalahkan Fluminense dalam laga semifinal Piala Dunia Antarklub di East Rutherford, New Jersey, Rabu (9/7/2025). (AP Photo/Frank Franklin II)

Chelsea sendiri tetap menunjukkan respek besar pada Mourinho. Klub bahkan menghiasi ruang konferensi pers dengan foto-foto kemenangan Mourinho di masa lalu, sebuah bentuk penghormatan yang jarang dilakukan klub lain.

“Merupakan sebuah keistimewaan untuk menghadapi Jose,” ujar Enzo Maresca.

“Seorang legenda bagi klub ini. Targetnya semoga suatu hari nanti kita semua bisa menikmati momen-momen seperti ini bersama-sama," ucap manajer asal Italia tersebut.


Klasemen Liga Champions 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya