Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Tanggamus Lampung, Sejumlah Rumah Warga Rusak

Gempa yang mengguncang Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Jumat malam (26/9/2025) pukul 21.55 WIB, menyebabkan sejumlah rumah warga rusak.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 27 September 2025, 11:02 WIB
Gempa yang mengguncang Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Jumat malam (26/9/2025) pukul 21.55 WIB, menyebabkan sejumlah rumah warga rusak. (Liputan6.com/ Ardi Munthe)

Liputan6.com, Tanggamus - Gempa yang mengguncang Kabupaten Tanggamus Lampung, pada Jumat malam (26/9/2025) pukul 21.55 WIB, menyebabkan sejumlah rumah warga rusak. 

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa Tanggamus ini berkekuatan magnitudo 4,5 itu berpusat di darat dengan kedalaman hanya 5 kilometer, tepatnya 19 kilometer barat laut Tanggamus.

Episenter gempa tercatat berada di koordinat 5,47 Lintang Selatan dan 104,51 Bujur Timur. Getaran terasa cukup kuat di Kota Agung dan Limau dengan intensitas II-III MMI, sehingga getaran jelas dirasakan di dalam rumah, mirip seperti truk besar yang melintas.

Di Semaka, intensitas bahkan mencapai III-IV MMI yang menyebabkan pintu, jendela, hingga dinding rumah berderik. Sejumlah warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Sejumlah video terverifikasi yang diterima awak Liputan6.com memperlihatkan kerusakan cukup parah akibat guncangan. Atap beberapa rumah warga ambruk, perabotan terjatuh, hingga dinding retak.

"Ya Allah, gempa-gempa, rumah warga rusak ini, atapnya roboh," ucap seorang warga dalam rekaman video.

Dalam rekaman lain, warga menyoroti nasib salah satu keluarga yang rumahnya rusak berat. "Ya Allah, suaminya baru dua hari yang lalu meninggal, atap rumahnya ambruk," tutur perekam video lainnya.

Meski begitu, hingga kini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan signifikan maupun korban jiwa. BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

 

Indonesia di Jalur Rawan Gempa

Gempa Tanggamus kembali mengingatkan tentang posisi Indonesia yang berada di jalur "cincin api" Pasifik. Data Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat sekitar 150 juta penduduk Indonesia tinggal di kawasan rawan gempa bumi.

Seperti dilansir dari Antara, Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid menjelaskan bahwa Indonesia merupakan pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia dengan jalur subduksi sepanjang 7.000 kilometer dan lebih dari 3.000 kilometer sesar aktif. Kondisi itu membuat gempa bumi menjadi ancaman yang tak terhindarkan.

"Sejak tahun 2000, tercatat sekitar 250 ribu jiwa meninggal akibat gempa bumi di Indonesia," kata Wafid, Sabtu (27/9/2025).

Pemerintah, lanjut Wafid, terus memperkuat upaya mitigasi melalui peta rawan bencana gempa, tsunami, hingga longsor yang menjadi acuan daerah. Namun, ia menegaskan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama.

"Indonesia adalah laboratorium alam bagi bencana geologi," tegasnya. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya