Motif Prajurit TNI Ngamuk Bawa Senapan Serbu ke Bank, Karena Faktor Ekonomi dan Gaya Hidup

"Dugaan awal karena tekanan ekonomi akibat gaya hidup dan tingkah lakunya," kata Yogi kepada Liputan6.com, Jumat (26/9/2025).

oleh FauzanDiterbitkan 26 September 2025, 19:13 WIB
anggota TNI bawa senapan serbu ke bank (Liputan6.com/istimewa)

Liputan6.com, Gowa - Motif Praka S, personel TNI AD yang mengamuk dan melepaskan tembakan senapan serbu di Kantor Cabang bank BUMN Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada Kamis (25/9/2025) pagi akhirnya terungkap. Ternyata ia melakukan aksinya itu karena tekanan ekonomi.

Hal itu dibenarkan oleh Perwira Penerangan (Papen) Divisi Infanteri 3 Kostrad, Lettu Cpl Yogi Achmad Bagus Raharjo. Dia mengatakan, tekanan ekonomi itu muncul karena gaya hidup Praka S.

"Dugaan awal karena tekanan ekonomi akibat gaya hidup dan tingkah lakunya," kata Yogi kepada Liputan6.com, Jumat (26/9/2025).

Saat ditanya apakah tekanan ekonomi itu karena dugaan judi online maupun pinjaman online, Yogi enggan berspekulasi. Dia menerangkan bahwa hal itu nanti akan terungkap setelah pemeriksaan Praka S di Pomdam XIV Hasanuddin tuntas.

"Kita belum tahu kalau sampai ke situ. Yang jelas masih diperiksa yang bersangkutan di Pomdam," bebernya.

 

 

Apa Sanksinya?

Meski begitu, Yogi memastikan, Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad telah meminta agar Praka S diberi sanksi yang seberat-beratnya. Selain karena melakukan pelanggaran dengan membawa senjata SS2 keluar dari markas, Praka S juga dinilai telah mencoreng nama baik TNI.

"Kalau dari pimpinan itu diminta hukuman seberat mungkin. Kalau perlu dipecat. Karena bawa senjata keluar (tanpa izin) dari markas itu sudah pelanggaran fatal," tegasnya.

Yogi memastikan, pascakejadian yang membuat heboh tersebut, Divisi Infanteri 3 Kostrad melakukan evaluasi mendalam. Hal itu agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

"Dia ini bertugas di Ajen. Pimpinan minta lakukan evaluasi," ucapnya.

Kronologi

Anggota TNI Mengamuk di Bank BUMN (Foto: Fauzan/Liputan6.com)

Sebelumnya, Kantor Cabang bank BUMN Sungguminasa di Jalan Mallombassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dibuat heboh pada Kamis (25/9/2025) pagi. Seorang pria yang diduga anggota TNI Angkatan Darat datang membawa senjata laras panjang dan mengamuk hingga melakukan penembakan.

Komandan Kodim 1409 Gowa, Letkol Inf Heri Kuswanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia membenarkan pria tersebut adalah anggota TNI dari salah satu satuan yang berada di Sulawesi Selatan.

“Memang betul telah terjadi letusan senjata atau penembakan di bank cabang yang ada di Gowa. Itu ada oknum TNI berinisial (Praka) S dari satuan yang ada di sini,” kata Heri kepada wartawan, Kamis (25/9/2025) siang.

Dari informasi yang diterima, Praka S datang ke Kantor Cabang BRI Gowa membawa senjata laras panjang jenis SS2 V4 dan mengamuk di ruang pelayanan. Belakangan, pelaku kemudian berusaha ditenangkan oleh pihak keamanan bank.

"Jadi yang bersangkutan itu betul mau masuk bank, tetapi membawa senapan yang disembunyikan di dalam jaketnya. Sehingga diamankan oleh sekuriti untuk menuju ke ruangan sekuriti," ucap Heri.

 

Sempat Menembak

Anggota TNI Mengamuk di Bank BUMN (Foto: Fauzan/Liputan6.com)

Belakangan pihak keamanan bank ternyata diam-diam menghubungi Unit Intel Kodim 1409 Gowa setalah mengetahui pria tersebut adalah anggota TNI. Hal itu membuat Praka S marah dan melepaskan tembakan ke arah anggota intel TNI yang berada di lokasi.

"Pihak sekuriti bank menelepon anggota unit intel. Sehingga anggota unit intel datang ke sana. Pas datang ke sana, yang bersangkutan ini kaget, ‘Kenapa ada orang intel di sini?’ Sehingga senjatanya langsung diangkat dan diarahkan ke anggota kami," bebernya.

Beruntung anggota Unit Intel Kodim 1409 Gowa sempat mendorong laras panjang senjata SS2 V4 tersebut sehingga tembakan hanya mengenai dinding pos jaga Bank.

"Pada saat diarahkan larasnya ke badan anggota kami, langsung ditangkis ke atas, lalu terjadi letusan. Sasarannya hanya mengenai dinding," jelasnya.

Praka S pun langsung dibekuk oleh anggota TNI berpakaian preman dibantu oleh sejumlah sekuriti Bank BRI. Setelah itu, ia dibawa ke Markas Kodim 1409 Gowa untuk diperiksa lebih lanjut.

"Alhamdulillah tidak ada anggota kami yang menjadi korban," ucap Heri.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya