Ojol yang Rekam Kejahatan Jalanan Dapat Bonus dan Reward, Begini Caranya

Kabar baik untuk pengemudi ojek online (ojol). Mulai sekarang, mereka bisa dapat uang tambahan. Syaratnya cukup merekam aksi kejahatan di jalanan dan meneruskan informasi itu ke polisi.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 26 September 2025, 18:17 WIB
Pengemudi ojek online atau daring saat menunggu calon penumpang di Jakarta, Kamis (3/7/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Kabar baik untuk pengemudi ojek online (ojol). Mulai sekarang, mereka bisa dapat uang tambahan. Syaratnya cukup merekam aksi kejahatan jalanan dan meneruskan informasi itu ke polisi.

Hal itu disampaikan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purnomo saat meresmikan Gerai Rakyat Mart Komunitas Ojol Kamtibmas di belakang Polsubsektor Juanda, Stasiun KRL Juanda Gambir, Jumat (26/9/2025).

Uang itu langsung diberikan oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Aseo Edi Suherli.

"Teman-teman ojol kalau ada yang di jalan merekam pelaku kejahatan beliau akan berikan bonus Rp500.000," kata Eko kepada wartawan.

Eko mengatakan, setiap laporan valid berupa rekaman aksi kejhatan yang dikirimkan oleh ojol akan mendapatkan bonus sebesar Rp 500 ribu langsung dari Kapolda Metro Jaya.

"Jadi Pak Kapolres teknisnya nanti diatur teman-teman lagi di jalan ada pelaku kejahatan divideokan, dilaporkan nanti ke pembina ojol di Polsek atau Polres nanti akan dapat bonus dari Bapak Kapolda Rp 500.000 satu video," ucap dia.

 

Bagaimana Caranya?

Pengemudi ojek online (ojol) memenuhi bahu jalan saat menunggu penumpang di kawasan Cililitan, Jakarta, Rabu (16/9/2020). Pemprov DKI Jakarta telah melarang ojol dan ojek pangkalan berkumpul lebih dari lima orang serta menjaga jarak sepeda motor minimal dua meter. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Namun ia mengingatkan, jangan sampai program semacam ini disalahartikan. Tak boleh ada skenario pura-pura mencuri hanya demi uang.

"Tapi jangan nanti temannya disuruh pura-pura nyuri terus divideokan biar dapat Rp500.000 nanti dibagi dua, jangan. Tapi saya yakin teman-teman sekalian mungkin selama ini banyak melihat cerita kejadian ya segala macam yang dilaporkan dan akan dapatkan bonus nanti dari Bapak Kapolda," ucap dia.

Eko percaya, uang hanyalah penyemangat tambahan. Eko meyakini para ojol sejatinya tetap akan melapor kejadian meski tanpa insentif. "Karena ini menjadi tanggung jawab bersama," ucap dia.

Dia menjelaskan, program ini lahir dari kesadaran bahwa menjaga Jakarta tak bisa dilakukan oleh polisi seorang diri. Terlebih. tantangan di lapangan kian rumit. Karena itu, keterlibatan masyarakat, terutama komunitas seperti ojol, dinilai sebagai kunci untuk menciptakan rasa aman.

 

Keamanan Tanggung Jawab Bersama

Pengemudi ojek online (ojol) memenuhi bahu jalan saat menunggu penumpang di kawasan Cililitan, Jakarta, Rabu (16/9/2020). Pemprov DKI Jakarta telah melarang ojol dan ojek pangkalan berkumpul lebih dari lima orang serta menjaga jarak sepeda motor minimal dua meter. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

"Jadi bukan karena kita tidak mampu dengan keamanan tetapi kita ingin melibatkan. Kita ingin merasakan sama-sama bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama," ucap dia.

Eko juga berjanji setiap informasi akan diproses serius. Bahkan ia meminta agar segera dilaporkan kepadanya jika ada polisi yang menolak laporan dari ojol.

"Ini jadi komitmen. Tadi disampaikan, tidak hanya komunitas ojol. Komunitas-komunitas yang lain juga nanti akan bersinergi dengan Kepolisian Polda Metro Jaya untuk menjaga kamtibmas. Laporan-laporan masyarakat ini menjadi concern kita untuk bisa menidaklanjuti dan melayani dengan baik," tandas dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya