Emiten INKP Tawarkan Obligasi hingga Sukuk, Segini Kisaran Bunganya

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) akan pakai penerbitan obligasi untuk bayar utang, sedangkan sukuk untuk modal kerja

oleh Gagas Yoga PratomoDiperbarui 25 September 2025, 11:59 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) kembali melakukan aksi korporasi melalui Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Tahap V, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan IV Tahap V, serta Obligasi USD Berkelanjutan II Tahap IV.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (25/9/2025) perseroan menawarkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap V senilai Rp 3,95 triliun, yang terbagi dalam dua seri. 

Seri A senilai Rp 849,55 miliar menawarkan bunga tetap 9% dengan tenor tiga tahun, sementara Seri B senilai Rp 3,09 triliun menawarkan bunga tetap 9,5% dengan tenor lima tahun. Pembayaran bunga akan dilakukan setiap tiga bulan, dengan pembayaran pertama pada 30 Desember 2025.

Selain itu, perusahaan juga menawarkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan IV Tahap V senilai Rp 1,11 triliun. Instrumen syariah ini menawarkan indikasi bagi hasil ekuivalen 9,5% per tahun dengan tenor lima tahun, menggunakan penjualan kertas industri kepada PT Cakrawala Mega Indah sebagai underlying asset.

Tak hanya dalam mata uang rupiah, INKP juga menerbitkan Obligasi USD Berkelanjutan II Tahap IV senilai USD 12,52 juta, yang terbagi dalam tiga seri. Seri A senilai USD 5,82 juta menawarkan bunga tetap 5,5% dengan tenor 370 hari, Seri B senilai USD 2,64 juta dengan bunga 6,75% tenor tiga tahun, dan Seri C senilai USD 4,06 juta dengan bunga 7,75% tenor lima tahun.

 

Dana Penerbitan Obligasi

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG menguat 0,34 persen atau 21 poin ke level 6.296 pada penutupan perdagangan Senin (13/1) sore ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menetapkan peringkat idA+ untuk Obligasi, idA+(sy) untuk Sukuk Mudharabah, dan idA+ untuk Obligasi USD.

Perseroan menyampaikan dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk membayar sebagian utang dan modal kerja. Sekitar Rp 1,58 triliun dari penerbitan obligasi rupiah dialokasikan untuk pembayaran utang, sementara sisanya digunakan sebagai modal kerja. 

Dana hasil Sukuk Mudharabah sepenuhnya untuk modal kerja, sedangkan dari Obligasi USD, sekitar USD 7,51 juta digunakan untuk membayar sebagian utang, dengan sisanya juga untuk modal kerja.

Total Penerbitan Obligasi Tembus Rp 138,84 Triliun pada 2025

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI)  mencatat dua pencatatan obligasi dan satu sukuk pada perdagangan 25-29 Agustus 2025.

Obligasi berkelanjutan II Provident Investasi Bersama Tahap V Tahun 2025 yang diterbitkan oleh PT Provident Investasi Bersama Tbk resmi dicatatkan di BEI senilai Rp 420 miliar pada Rabu, 27 Agustus 2025.

Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) adalah idA (Single A) dengan Wali Amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Pada Kamis, 28 Agustus 2025, PT Pindo Deli Pulp And Paper Mills mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Pindo Deli Pulp And Paper Mills Tahap III Tahun 2025 dengan nilai nominal Rp 1,3 triliun, serta Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pindo Deli Pulp And Paper Mills Tahap III Tahun 2025 dengan nilai nominal Rp 750 miliar.

Hasil pemeringkatan dari PEFINDO dan PT Kredit Rating Indonesia (KRI) untuk Obligasi masing-masing adalah idA+ (Single A Plus) dan irAA- (Double A Minus).

 

Total Obligasi

Pekerja melintasi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Meski terjebak di zona merah, IHSG berhasil mengakhiri perdagangan di level 5.841. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara, sukuk mendapat pemeringkatan idA+(sy) (Single A Plus Syariah) dari PEFINDO dan irAA- (Double A Minus) dari KRI. PT Bank KB Bukopin Tbk bertindak sebagai Wali Amanat untuk penerbitan ini.

Dengan pencatatan tersebut, sepanjang 2025 telah tercatat 122 emisi dari 68 emiten dengan nilai emisi mencapai Rp 138,84 triliun.

Secara keseluruhan, total obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 635 emisi dengan nominal outstanding Rp 513,93 triliun dan USD 117,27 juta, diterbitkan oleh 137 emiten. Selain itu, di BEI tercatat pula 200 seri Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp6.360,61 triliun dan USD 502,10 juta, serta 7 emisi Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp 2,13 triliun.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya