Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup

Jalur pendakian Gunung Gede - Pangrango ditutup pada 25-29 September 2025 karena jalur pendakian dijadikan lokasi Kejuaraan Daerah (Kejurda) Lari Trail.

oleh Tim RegionalDiperbarui 24 September 2025, 19:46 WIB
Para pendaki menyusuri alun-alun Surya Kencana setelah menapai puncak Gunung Gede. (Dok Ist)

 

Liputan6.com, Jakarta - Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango ditutup pada 25-29 September 2025 karena jalur pendakian dijadikan lokasi Kejuaraan Daerah (Kejurda) Lari Trail. Hal itu diungkap Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP)

Juru Bicara Balai Besar TNGGP Agus Deni di Cianjur, Rabu (24/9/2025) mengatakan, penutupan untuk umum itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 319 dan 320 Tahun 2025, selama kejuaraan daerah berlangsung.

Agus juga memastikan tidak ada jadwal pendaki yang ditunda karena sejak jauh hari, pada tanggal kejurda tidak dibuka pendaftaran atau pemesanan pendakian secara daring, sehingga dipastikan tidak ada pendaki memasuki jalur tersebut.

Pihaknya menempatkan petugas di setiap jalur pendakian Gunung Gede, seperti Cibodas dan Gunung Putri, guna mencegah pendaki ilegal naik melalui jalur utama dan jalur tikus, sedangkan sanksi berat diberikan pada pendaki ketika tertangkap.

"Petugas disiagakan di setiap jalur ketika mendapati pendaki yang tetap naik melalui jalur utama dan ilegal sanksinya mulai dari teguran keras hingga masuk daftar hitam atau blacklist tidak dapat mendaki di seluruh taman nasional," katanya.

Pihaknya memastikan setelah kegiatan selesai pendakian dibuka normal seperti biasa.

Oleh karena itu, selama pembatasan pihaknya berharap para pendaki bersabar dan melakukan pendakian pada jadwal lain dengan tetap mematuhi aturan.

Para pendaki diminta tetap mengutamakan keselamatan dan kebersihan dengan membawa kembali sampah serta menjaga lingkungan taman nasional, khususnya kawasan konservasi.

"Saat pendakian kembali dibuka kami meminta para pendaki mematuhi aturan, terutama tidak membuang atau meninggalkan sampah yang dihasilkan selama pendakian. Jadilah pendaki pintar dan selalu menjaga kelestarian alam," katanya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya