Meletus Berkali-kali, Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT Kembali Berstatus Awas

Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, data kegempaan dari 11-19 September 2025 yaitu, 6 kali gempa guguran, 40 kali gempa hembusan, 1 kali harmonik.

oleh Arie NugrahaDiterbitkan 20 September 2025, 15:24 WIB
Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali erupsi pada Jumat pagi (29/8/2025) ini. (Liputan6.com/ Dok PVMBG)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 15 kali letusan (erupsi) terjadi di Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, usai dinaikkan kembali statusnya dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) oleh Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) per tanggal 19 September 2025, pukul 21.00 WITA.

Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, data kegempaan dari 11-19 September 2025 yaitu, 6 kali gempa guguran, 40 kali gempa hembusan, 1 kali harmonik, 197 kali tremor non-harmonik, 31 kali gempa low frequency, 46 kali gempa vulkanik dalam, 13 kali gempa tektonik lokal dan 43 kali gempa tektonik jauh.

BACA JUGA: Erupsi Lagi, Gunung Lewotobi Semburkan Abu 1,5 Kilometer ke Langit

"Pada tanggal 19 September 2025 terjadi peningkatan jumlah gempa low frequency yang diikuti dengan kejadian erupsi dengan tinggi kolom erupsi berkisar antara 500-1.000 meter. Kemudian pada pukul 21.58 WITA mulai terekam erupsi menerus," ujar Wafid dalam keterangan tertulisnya, Bandung, Sabtu (20/9/2025).

Wafid mengatakan pemantauan deformasi dengan tiltmeter selama satu minggu terakhir menunjukkan adanya pola inflasi atau pengembungan tubuh gunung secara perlahan. Kondisi ini perlu diwaspadai karena berpotensi memicu erupsi.

 

Imbauan untuk Masyarakat

Gunung Lewotobi Laki-laki di kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT kembali erupsi, dengan tinggi kolom abu teramati mencapai 10.000 m di atas puncak, atau sekitar 11.584 m di atas permukaan laut, pada Selasa (17/6/2025). (Liputan6.com/ Dok PVMBG)

Sementara itu, data GNSS menunjukkan kecenderungan inflasi, yang mengindikasikan aktivitas vulkanik lebih dominan terjadi pada kedalaman dangkal.

"Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 km dan sektoral barat daya - timur laut 7 km dari pusat erupsi, serta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. Diminta untuk tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya," ungkap Wafid.

Selain itu, masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana agar mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, terutama pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, seperti di Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.

 

Berpotensi Ganggu Operasional Bandara

Bagi warga yang terdampak hujan abu dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan.

"Abu vulkanik erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki juga dapat mengganggu operasional bandara dan jalur penerbangan apabila sebarannya mengarah ke area bandara dan jalur perlintasan pesawat," ucap Wafid.

Otoritas pemantau dan mitigasi vulkanologi tersebut sebelumnya sempat menurunkan status Gunung Lewotobi Laki-laki dari Level IV (awas) menjadi Level III (siaga) terhitung tanggal 16 September 2025 pukul 15.00 WITA.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya