Liputan6.com, Jakarta - Pariwisata Vietnam berkembang pesat. Tanah Naga Biru mencatat lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tertinggi di Asia Tenggara, melampaui destinasi populer Thailand, Singapura, Malaysia, hingga Indonesia.
Mengutip VN Exxpress, Jumat, 19 September 2025, data terbaru menunjukkan bahwa sejak akhir 2024 hingga awal 2025, minat global terhadap pariwisata Vietnam meningkat tajam, dengan pertumbuhan pencarian sebesar 10–25 persen dan menempatkan negara ini di peringkat ketujuh dunia. Fenomena ini menegaskan daya tarik Vietnam yang terus berkembang, bukan hanya sebagai destinasi alam dan budaya, tetapi juga sebagai kekuatan baru di peta pariwisata regional.
Advertisement
Tak hanya pencarian, Vietnam juga keluar sebagai salah satu destinasi wisata dengan pertumbuhan tercepat di dunia, menurut statistik Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO), baru-baru ini. Catatan itu menempatkan Vietnam sebagai negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat di Asia Tenggara.
Melansir VN Express, Selasa, 2 September 2025, Vietnam mencatat peningkatan kunjungan wisatawan asing sebesar 38,64 persen pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Angka itu membuat negara tetangga Thailand ini menduduki peringkat keempat secara global.
10 Destinasi Wisata Vietnam Paling Dicari
Dalam acara yang diselenggarakan Otoritas Pariwisata Nasional Vietnam (VNAT) di Ho Chi Minh City pada Jumat, 5 September 2025, dipaparkan 10 destinasi wisata di Vietnam yang paling dicari wisatawan, yakni Ho Chi Minh City, Hanoi, Da Nang, Phu Quoc, Nha Trang, Hoi An, Vung Tau, Da Lat, Phan Thiet, dan Hue. Vung Tau dan Ninh Binh mencatat tingkat pertumbuhan tertinggi, melebihi 75 persen.
Pasar yang menunjukkan minat paling kuat antara lain Australia, Tiongkok, India, Jepang, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat. Wakil Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Ho An Phong menggarisbawahi bahwa konferensi tersebut berlangsung di masa transisi nasional, yang menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi sektor pariwisata.
Peran Swasta Bikin Wisata Makin Hidup
Meskipun pertumbuhan yang kuat dalam beberapa tahun terakhir, Phong menekankan perlunya terobosan lebih lanjut untuk menjadikan pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian. Ia menekankan peran krusial sektor swasta dalam mendorong pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Phong mencatat bahwa perusahaan berperan penting dengan menyumbangkan ide-ide inovatif, menyusun rencana aksi yang konkret, dan bekerja sama secara erat dengan pemasok dan pasar internasional untuk meningkatkan daya saing pariwisata Vietnam. Wakil Direktur VNAT, Ha Van Sieu, melaporkan bahwa per Juli 2025, Vietnam memiliki 4.361 operator tur internasional, termasuk 1.330 perusahaan saham gabungan, 3.025 perusahaan terbatas, dan enam perusahaan swasta, serta 2.115 operator tur domestik.
Negara ini juga memiliki 280 hotel bintang lima dengan hampir 93.000 kamar, dan 340 hotel bintang empat dengan hampir 47.000 kamar. Lebih dari 42.000 pemandu wisata berlisensi saat ini aktif di seluruh negeri.
Tantangan Pengembangan Wisata Vietnam
Namun, sebagian besar operator tur adalah usaha kecil dan menengah dengan daya saing terbatas, sumber daya yang tidak memadai untuk pengembangan dan promosi produk berskala besar, dan kurangnya insentif untuk menarik lebih banyak wisatawan. Karena itu, mereka memantapkan mekanisme promosi yang lebih efektif, penguatan konektvitas transportasi, dan restrukturisasi bisnis untuk memenuhi permintaan transformasi digital yang terus meningkat di bidang pariwisata.
Vietnam menargetkan 25 juta kedatangan internasional pada 2025, naik dari capaian tahun lalu, sebanyak 17,4 juta wisatawan. Untuk itu, Vietnam harus memobilisasi upaya gabungan dari seluruh pemangku kepentingan, memanfaatkan peluang domestik dan internasional secara maksimal, serta memanfaatkan kondisi kelembagaan dan kebijakan yang kondusif untuk mempercepat pertumbuhan.