Liputan6.com, Jakarta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap, kepemilikan rumah harus jadi prioritas utama masyarakat dibanding kendaraan atau barang lain.
Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara di acara Peluncuran Program Penguatan Ekosistem Perumahan serta sosialisasi KUR perumahan di Sabuga, Kota Bandung, Kamis (19/9/2025).
Advertisement
"Kepemilikan rumah itu yang pertama bagi orang Jawa Barat. Jadi jangan kredit motor atau mobil dulu kalau belum punya rumah," kata Dedi.
"Lagunya Rumah Kita sendiri (lagu God Bless). Dalam ajaran Islam Baiti Jannati, yang artinya surga itu ada di rumah. Maka mulailah dari rumah," sambungnya.
Politikus Gerindra ini pun menyentil para konglomerat yang membuat komplek perumahan. Dia berharap, mereka bisa juga membangun rumah untuk orang miskin di kampung, dengan keuntungan yang mereka dapatkan.
"Harus membangun satu atau dua kampung yang rumahnya tertata, yang itu untuk orang miskin," kata Dedi.
Perlu Subsidi Pemerintah
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengatakan, dalam program tiga juta rumah subsidi untuk masyarakat ini tidak hanya memberikan kredit yang ringan terhadap masyarakat, namun, pengembangnya pun perlu mendapatkan subsidi dari pemerintah.
"Bayangin saja kontraktornya, developer-nya, toko bangunannya, itu disubsidi lima persen. Kemudian juga buat demand-nya yaitu tadi ya, ada home stay, ada rumahnya untuk rumah makan, itu sampai angka 500 juta. Bunganya enam persen," ucap Ara.
Upaya Pemerintah
Menurutnya, hal ini merupakan upaya pemerintah untuk memberikan keberpihakan kepada masyarakat serta membantu mempermudah mendapatkan rumah.
Program tersebut juga mendukung agar masyarakat kurang mampu, memiliki kesempatan untuk tinggal di rumah sendiri.
"Makanya namanya kredit usaha rakyat untuk perumahan. Karena perumahan sektor yang ekosistemnya luar biasa," kata dia.