Liputan6.com, Jakarta Kasus dugaan perundungan menimpa MR (17), siswi kelas 12 SMAN 9 Bandar Lampung. Akibat kerap menjadi bahan ejekan, ia sudah dua pekan tidak masuk sekolah dan memilih mengurung diri di rumah orang tuanya di Kelurahan Sukamenanti Baru, Kecamatan Kedaton.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bandar Lampung, Maryamah mengatakan, pihaknya turun tangan mendampingi korban. Dia bahkan membawa psikolog untuk memberikan penguatan mental kepada MR.
Advertisement
“Saya datang bersama psikolog. Semua yang dirasakan MR sudah mulai keluar. Rasa minder itu pasti ada, berbeda dengan teman-temannya. Karena itu, pendampingan psikolog sangat penting,” ujar Maryamah, Rabu (17/9/2025).
Maryamah melanjutkan, pendampingan yang diberikan saat ini baru langkah awal. Ke depan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PPPA Provinsi Lampung untuk penanganan lebih lanjut, termasuk sosialisasi ke sekolah agar kasus serupa tidak terulang.
“Pendalaman kejiwaan akan dilakukan bertahap. Intinya, kami ingin MR tetap bersemangat untuk kembali sekolah,” tegasnya.
Maryamah berharap dukungan banyak pihak dapat membantu pemulihan mental MR. “Tidak semudah itu. Penguatan ini perlu dukungan semua pihak, baik keluarga, sekolah, maupun lingkungan sekitar. Yang penting, MR harus tetap sekolah dan bisa menjadi orang hebat,” katanya.
Difitnah Hamil dan Diejek 'Miskin Hama'
MR mengaku sudah sering mendapat ejekan dari teman-temannya sejak awal masuk sekolah. Bahkan, ia difitnah hamil dan sering dipanggil dengan sebutan 'miskin hama'.
“Setiap ada kerja kelompok, saya selalu ditolak ikut. Waktu program Makan Bergizi Gratis (MBG), saya sempat tidak dapat jatah karena nama saya tidak ada di daftar. Lalu ada yang nyeletuk, wajar orang miskin senang dapat makan gratis,” ungkap MR.
Sementara itu, sang ibu, EN (40), menuturkan anaknya kini semakin tertutup setelah menjadi korban perundungan di sekolah.
“Dia malu, katanya difitnah hamil dan diejek karena kami orang tidak mampu. Sejak itu dia makin tertekan dan enggan keluar rumah,” ucap EN.