Liputan6.com, Jakarta - Bentoel Group melalui kampanye keberlanjutannya, Bangun Bangsa, resmi memperkenalkan program Empower Academy di Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
Program ini diselenggarakan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Malang dan berfokus pada pengembangan ekonomi pedesaan melalui usaha berbasis komunitas serta pelatihan vokasi bagi masyarakat.
Advertisement
Head of Corporate and Regulatory Affairs Bentoel Group Dian Widyanarti menjelaskan:hadirnya Empower Academy di Kabupaten Malang ini melengkapi rangkaian Empower Academy yang kini hadir di empat daerah berbeda di Indonesia.
"Kabupaten Malang merupakan salah satu wilayah prioritas bagi kami dan kami ingin terus memberikan dampak positif di lingkungan tempat kami beroperasi," kata dia, dalam keterangan tertulis, Rabu (17/9/2025).
Kabupaten Malang memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar yang dapat menjadi modal utama dalam membantu pertumbuhan ekonomi di Indonesia
"Oleh karena itu, bersama dengan Pemerintah Kabupaten Malang, kami ingin turut menciptakan peluang-peluang ekonomi dari pedesaan melalui Empower Academy," tambah Dian.
Pendampingan ke BUMDes
Dalam kolaborasi bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang dan dinas terkait, Empower Academy akan memberikan pendampingan intensif kepada BUMDes Puspa Agraria.
Dukungan tersebut mencakup pelatihan lanjutan untuk manajemen sumber daya manusia, pengelolaan keuangan, pengembangan usaha, akses pasar, strategi pemasaran, hingga penyediaan fasilitas pendukung. Program ini juga akan membantu BUMDes mengoptimalkan budidaya melon hidroponik yang menjadi unggulan Desa Bedali.
Program Empower Academy di Malang akan berlangsung selama enam bulan dengan melibatkan berbagai mitra strategis, mulai dari praktisi, akademisi, pemimpin daerah, hingga kementerian terkait.
Program Sebelumnya
Sebelumnya, program inkubasi bisnis ini telah dijalankan di tiga wilayah lain, yakni Kota Malang, Jakarta, dan Kabupaten Temanggung.
Empower Academy berkomitmen menciptakan ekonomi yang lebih inklusif dengan fokus pada tiga kelompok utama: masyarakat marginal, komunitas rantai pasok tembakau, serta masyarakat pedesaan.