Kasus Penembakan Zetro, Kemlu RI: Indonesia Masih Menunggu Konfirmasi Resmi dari Peru

Zetro Leonardo Purba, yang menjabat Penata Kanselerai Muda di KBRI Lima, ditembak hingga tewas oleh orang tak dikenal di kawasan Lince, Lima.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 17 September 2025, 16:03 WIB
Menlu Sugiono pada Kamis (11/9/2025) di Gedung Pancasila, Jakarta, menegaskan bahwa negara akan memastikan masa depan pendidikan anak-anak Zetro Leonardo Purba (Dok. Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty).

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) menegaskan masih menunggu informasi resmi dari pemerintah Peru terkait perkembangan penyelidikan kasus pembunuhan staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba.

Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyampaikan hal tersebut dalam temu media di Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Ia mengakui adanya pemberitaan mengenai informasi baru terkait penyelidikan, namun menekankan bahwa Kemlu hanya akan merujuk pada notifikasi formal dari otoritas Peru.

"Secara formal, Kementerian Luar Negeri memberi waktu kepada pihak kepolisian dan Kementerian Luar Negeri Peru untuk menyampaikan hasil investigasi mereka secara komprehensif, yang akan diterima melalui KBRI Lima," ujar Nabyl.

Zetro Leonardo Purba, yang menjabat Penata Kanselerai Muda di KBRI Lima, ditembak hingga tewas oleh orang tak dikenal di kawasan Lince, Lima. Jenazahnya sempat diautopsi untuk kepentingan penyelidikan sebelum dipulangkan ke Indonesia.

Sesampainya di Tanah Air, jenazah Zetro disemayamkan di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, kemudian diberikan penghormatan terakhir di Kemlu RI pada 10 September, sebelum dimakamkan di TPU Sari Mulya, Tangerang Selatan.

Sementara itu, kantor berita Andina melaporkan bahwa otoritas Peru telah menangkap lima warga negara Venezuela yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut. Menurut Kepolisian Nasional Peru, para tersangka merupakan anggota geng kriminal Los Maleantes del Cono dan ditangkap di distrik San Martin de Porres, Lima.

Dalam penangkapan itu, polisi juga menyita sebuah pistol, lima bahan peledak, 10 telepon genggam, serta satu unit sepeda motor.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya