Liputan6.com, Jakarta - Bukan hanya sekadar jendela dunia, mata juga sering menjadi pusat mitos dan kepercayaan budaya. Secara turun-temurun, orangtua telah menanamkan berbagai nasihat terkait kesehatan mata, meksipun tidak semuanya benar dan terbukti secara ilmiah.
Misalnya, kalimat ini mungkin sering kita dengar, “jangan nonton televisi dekat-dekat, nanti matanya rusak”, “jangan baca di malam hari, nanti matanya rusak”, “makan wortel biar ngga minus”.
Advertisement
Tak berhenti di situ, ada pula simbol yang lebih mistis, seperti menggunakan barang tertentu demi menghindar dari mata jahat (evil eye). Bahkan, ada juga yang terkait dengan warna mata, seperti “monster bermata hijau” yang dikaitkan dengan ilmu sihir di tradisi pagan Eropa.
Dilansir dari lama Greenplane Penrose Optometrist, mitos budaya seputar mata yang banyak beredar memengaruhi pemahaman seseorang tekait penglihatan, cara merawat mata, serta apa yang dianggap indah atau diidamkan.
Beberapa mitos tidak berbahaya disamping tidak akurat secara ilmiah, tetapi mitos lainnya bisa membawa bahaya, seperti menyebabkan perawatan yang salah atau menghambat pengobatan.
Berkaitan dengan budaya, apa yang dianggap benar oleh suatu budaya mungkin akan terdengar aneh bagi orang-orang dari budaya lainnya. Hal tersebut juga belaku dengan mitos terkait mata.
Seperti mitos mata hijau sebelumnya, satu budaya memandangnya sebagai simbol kecemburuan dan iri hati, sementara budaya lainnya menganggap mata hijau sebagai bidadari pantai pelindung anak-anak.
Berikut adalah beberapa mitos terkait mata yang banyak beredar di seluruh dunia.
Fakta tentang Makan Wortel
Sejak kecil, nasihat untuk rajin makan wortel agar memiliki mata yang sehat bahkan agar bisa melihat di tempat gelap sudah ditanamkan. Mitos ini ternyata ada dasar ilmiahnya.
Wortel kaya akan vitamin A yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk rhodopsin, pigmen yang membantu mata melihat dalam kondisi minim cahaya.
Kekurangan vitamin A bisa membuat penglihatan terganggu di malam hari. Namun, jika asupan vitamin A sudah cukup, tambahan wortel tidak serta-merta memberi kemampuan melihat dalam gelap.
Di pegunungan Nepal, anak-anak dianjurkan utnuk memperbanyak sayuran hijau seperti bayam dan kale. Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam sayuran hijau terbukti dapat melindungi mata dari risiko degenerasi makula dan katarak.
Melalui fakta tersebut, bukan wortel yang menjadi kunci penglihatan sehat, tetapi menjaga pola makan bergizi dan seimbang. Dengan begitu, kombinasi berbagai sayuran dengan kandungan nutrisi yang baik untuk mata, bisa membantu menjaga penglihatan jangka panjang.
Fakta tentang Mata Kedutan
Kedutan pada mata sering disepelekan, karena dianggap sebagai kondisi umum. Banyak orang menilai kodisi ini sebagai tanda kurang tidur, stres, atau terlalu banyak mengonsumsi kafein.
Secara medis, kondisi ini dikenal sebagai myokymia atau blepharospasm, yaitu gerakan berulang pada otot mata yang biasanya tidak berbahaya. Namun, tafsir budaya sering memberi makna lain pada fenomena ini.
Di kepercayaan masyarakat Tiongkok, kedutan pada mata kiri diyakini membawa keberuntungan, sementara jika terjadi pada mata kanan dianggap sebagai pertanda buru. Di India, makna kedutan mata berbeda lagi, dibedakan berdasarkan gender, apakah terjadi pada perempuan atau laki-laki.
Meskipun terdengar menarik, kepercayaan tersebut tak bisa dijadikan acuan untuk menentukan kesehatan. Jika kedutan berlangsung lama, semakin sering, atau disertai gejala lain, langkah yang harus diambil adalah memeriksakan diri ke dokter mata untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.