Apple Investasi Raksasa USD 600 Miliar, Manufaktur AS Siap Tumbuh Pesat

Tim Cook menegaskan ekspansi Apple akan membuka peluang bisnis baru, menciptakan efek domino industri, dan melibatkan 79 pabrik di seluruh Amerika.

oleh Satria Aji SaputraDiterbitkan 16 September 2025, 20:30 WIB
CEO Apple Tim Cook dengan iPhone 13 Pro Max dan Apple Watch Series 7 selama acara khusus di Apple Park di Cupertino, California (14/9/2021). Dalam acara peluncuran, Tim Cook bangga engumumkan generasi iPhone terbaru kami, yaitu iPhone 13. (Brooks Kraft/Apple Inc. /AFP)

Liputan6.com, Jakarta Dalam wawancara eksklusif dengan Jim Cramer dari CNBC, CEO Apple Tim Cook menegaskan komitmen perusahaan untuk memperkuat sektor manufaktur domestik Amerika Serikat.

Menurutnya, langkah Apple ini tidak hanya membuka peluang bisnis baru, tetapi juga memberi dampak luas pada ekosistem industri di berbagai wilayah.

“Kami tidak bisa hadir di semua tempat. Saya berharap bisa, tetapi kami akan menggelontorkan dana sebesar USD 600 miliar dalam empat tahun ke depan,” ujar Cook, dikutip dari CNBC, Selasa (16/9/2025).

“Ini adalah komitmen yang luar biasa. Ada 79 pabrik di seluruh Amerika Serikat yang akan mendapat manfaat dari program ini.”

Cook menjelaskan, ekspansi Apple berpotensi menciptakan efek domino. Kehadiran pabrik baru diyakini mendorong perusahaan lain untuk ikut membangun fasilitas di kawasan yang sama. Ia juga menyebut akan ada “kejutan” untuk beberapa daerah yang belum mengetahui rencana Apple membawa bisnis ke wilayah mereka.

Salah satu langkah nyata dari komitmen tersebut adalah investasi USD 2,5 miliar untuk memperluas kerja sama dengan Corning, termasuk pembangunan pabrik kaca di Kentucky. Corning diketahui menjadi pemasok utama kaca untuk seluruh iPhone dan Apple Watch.

Cook menilai investasi ini sangat penting, karena kaca merupakan komponen inti dari perangkat layar sentuh.

 

Komitmen Besar "Apple"

Ilustrasi: Selain menjadi toko ritel pertama di Asia Tenggara, Apple Store ini juga menjadi toko pertama yang sepenuhnya menggunakan energi terbarukan (sumber : bgr.com)

Selain memperkuat rantai pasok, Apple juga bekerja sama dengan sejumlah perusahaan besar seperti Taiwan Semiconductor, Texas Instruments, dan Applied Materials guna memperluas produksi semikonduktor di dalam negeri.

Tak hanya membangun pabrik, Apple juga menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya manusia. Cook menyoroti kehadiran Manufacturing Academy di Detroit yang bertujuan menyiapkan pekerja agar siap masuk ke industri manufaktur. Program ini juga terbuka untuk usaha kecil menengah (UKM) serta perguruan tinggi komunitas.

Cook menegaskan, langkah besar ini mendapat dukungan penuh dari para pemegang saham Apple.

“Saya rasa sebagian besar pemegang saham percaya bahwa Apple berada pada posisi terbaik untuk membuat keputusan semacam ini. Saya belum menerima satu pun keluhan soal rencana investasi USD 600 miliar ini,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya