Bos Volvo Sebut Serbuan Mobil Listrik China Bisa Bikin Merek Barat Hancur

Ketua Volvo, Håkan Samuelsson, menyuarakan peringatan tegas bahwa beberapa merek otomotif barat berpotensi terkubur, jika gagal menghadapi tekanan dari produsen mobil listrik asal China

oleh Arief AszhariDiterbitkan 16 September 2025, 14:02 WIB
Bos Volvo: Serbuan Mobil Listrik China Bisa Bikin Merek Barat Hancur (Carscoops)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Volvo, Håkan Samuelsson, menyuarakan peringatan tegas bahwa beberapa merek otomotif barat berpotensi terkubur, jika gagal menghadapi tekanan dari produsen mobil listrik asal China.

Samuelsson mengatakan bahwa elektrifikasi industri mobil adalah keniscayaan dan para pemain baru dari Tiongkok akan muncul sebagai kekuatan dominan di pasar global.

Disitat dari Carscoops, Samuelsson juga mengatakan, dalam sekitar sepuluh tahun ke depan, hampir semua mobil akan memakai tenaga listrik dan harganya akan semakin terjangkau.

"Akan muncul pemain dominan baru, persis seperti Ford, GM, Toyota, dan Volkswagen di era lama," tegas Samuelsson, merujuk bahwa merek China kini mulai mewarnai persaingan dengan langkah masif memasuki pasar Eropa dan negara-negara lain.

Samuelsson juga menjelaskan bahwa beberapa produsen barat mungkin tidak akan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan besar ini.

Dirinya juga mengatakan, produsen merek tradisional akan lenyap atau hancur jika gagal mengikuti perkembangan terkait perkembangan mobil listrik.

Volvo di Bawah Kendali Geely

Di sisi lain, Volvo sendiri sedang melakukan penyesuaian strategis dengan memperluas produksi kendaraan mobil listrik penuh alias BEV, dan kendaraan plug-in hybrid (PHEV).

Model tersebut disebut sebagai jembatan penting menuju era di mana infrastruktur pengisian daya listrik (charging) sudah tersebar luas, sebuah kondisi yang belum sepenuhnya tercapai di banyak wilayah.

Kenyataan bahwa Volvo kini berada di bawah naungan Geely, perusahaan otomotif asal China yang juga menaungi Lotus, Zeekr, Polestar, dan Lynk & Co, memberikan keuntungan strategis tersendiri.

Samuelsson mengatakan bahwa koneksi ini menjadi semakin bernilai, karena merek-merek asal Tiongkok posisinya makin kuat, baik di dalam negeri maupun pasar ekspor.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya