Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto telah melakukan reshuffle kabinet pada Senin, 8 September 2025. Diharapkan ini dapat mengoptimalkan kinerja pemerintahan dalam menghadapi tantangan global dan mempercepat pembangunan nasional.
Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir mengatakan, penunjukan menteri-menteri baru diharapkan membawa terobosan serta energi segar guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang inklusif, terutama bagi masyarakat perdesaan dan pelaku pertanian.
Advertisement
"Kami dari Tani Merdeka Indonesia melihat langkah Presiden Prabowo ini sangat tepat dan berani. Pembenahan di tubuh kabinet diperlukan untuk memastikan semua program prioritas, terutama di bidang pangan dan pertanian, dapat berjalan dengan lancar, cepat, dan tepat sasaran. Kita butuh kepemimpinan yang dinamis dan efektif," kata dia, Senin (15/9/2025).
Don juga menyambut baik kebijakan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa yang menyalurkan dana Rp 200 triliun ke perbankan, yang diharapkan bisa menghidupkan ekonomi kembali.
"Aliran dana sebesar Rp 200 triliun ke perbankan, khususnya BUMN, diharapkan dapat segera ditransformasikan menjadi kredit atau pembiayaan untuk sektor riil. Sektor pertanian, mulai dari hulu hingga hilir, petani, koperasi, hingga industri pengolahan hasil pertanian, harus menjadi prioritas utama penyaluran dana ini," jelas dia.
Pinjaman Koperasi Desa Merah Putih Kena Bunga 2 Persen
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan sebagian dana Rp 200 triliun bisa segera digunakan untuk pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Bunga yang berlaku untuk pinjaman itu pun lebih rendah, dipatok 2 persen.
Dia mengatakan, setelah Rp 200 triliun sudah masuk sistem di 5 bank BUMN, maka bisa segera digunakan oleh KDMP. Dengan catatan, koperasi sudah mengajukan proposal penggunaan dananya tersebut.
"Nanti kan Rp 200 triliun sudah masuk ke sistem. Uang itu bisa dipake untuk Koperasi Merah Putih kalau sudah siap," kata Purbaya di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/9/2025).
Soal bunga, Purbaya menegaskan sudah ada instruksi dari pemerintah ke anggota Himpunan Bank Negara (Himbara) untuk menyesuaikan besaran bunga pinjaman KDMP. Nantinya, bunga buat pinjaman KDMP akan diberikan sebesar 2 persen. Lebih rendah dari sebelumnya, yakni 4 persen.
"Kami ada instruksi ke perbankan, kalau mereka pakai untuk Koperasi Merah Putih, otomatis bunga yang kami charge ke mereka lebih rendah, jadi ke 2 persen, dari sebelumnya sekitar 4 persen ya," ucap dia.
"Jadi otomatis seperti itu, jadi enggak ada lagi cost tambahan bagi Himbara. Jadi harusnya sih akan berjalan mulus, cuman nanti kita gebrak-gebrak biar lebih cepat aja," sambung Purbaya.