Harga Emas Pecah Rekor Tertinggi, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga The Fed

Harga emas dunia tembus rekor tertinggi USD 3.685 per ons, didorong pelemahan dolar dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pekan ini.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 16 September 2025, 07:30 WIB
Harga emas di apsar spot naik 1,1% menjadi USD 3.680,80 per ons, setelah sempat menyentuh rekor USD 3.685,39 di awal sesi. Ilustrasi harga emas dunia (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas kembali mencetak rekor baru seiring melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan turunnya imbal hasil obligasi. Fokus investor kini tertuju pada keputusan Federal Reserve (The Fed) terkait arah kebijakan suku bunga pekan ini.

Mengutip CNBC, Selasa (16/9/2025), harga emas di pasar spot naik 1,1% menjadi USD 3.680,80 per ons, setelah sempat menyentuh rekor USD 3.685,39 di awal sesi.

Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup 0,8% lebih tinggi di USD 3.719,00. Sepanjang pekan lalu, logam mulia ini sudah menguat sekitar 1,6%.

Pelemahan indeks dolar sebesar 0,3% ke level terendah satu minggu membuat emas lebih menarik bagi investor pemegang mata uang lainnya. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun juga sedikit melemah.

Pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga 25 basis poin (bps) pada Rabu mendatang, penurunan pertama sejak Desember. Namun, sebagian analis masih melihat kemungkinan pemangkasan yang lebih agresif sebesar 50 bps.

“Ekspektasi penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin sudah sangat jelas saat ini,” ujar Wakil Presiden analis logam senior Zaner Metals Peter Grant.

 

Dinamika Politik

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Ia menambahkan, The Fed mungkin masih akan melakukan satu hingga dua kali pemangkasan lagi sebelum akhir tahun.

Menurut Grant, target kenaikan harga emas selanjutnya berada di USD 3.700, lalu USD 3.730 dan USD 3.743 dalam jangka pendek.

Sebagai aset safe haven yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung berkinerja baik di era suku bunga rendah.

Kondisi semakin diperkuat oleh laporan bahwa China kemungkinan melonggarkan aturan impor dan ekspor emas, sehingga mendorong lonjakan permintaan resmi maupun swasta.

Sementara itu, dinamika politik turut memberi tekanan pada The Fed. Presiden AS Donald Trump disebut ingin memperluas pengaruhnya atas kebijakan moneter, dan Senat membuka jalan bagi penasihat ekonominya, Stephen Miran, untuk masuk ke komite penetapan suku bunga menjelang rapat penting pekan ini.

 

Fundamental

(Ilustrasi harga emas dunia by Freepik)

Dari sisi fundamental, data terbaru menunjukkan harga konsumen AS pada Agustus naik dengan laju tercepat dalam tujuh bulan. Namun, pasar tenaga kerja justru menunjukkan tanda pelemahan, memperkuat alasan The Fed untuk segera memangkas suku bunga.

Selain emas, harga logam mulia lainnya juga bergerak variatif. Perak naik 1,1% ke USD 42,62 per ons, platinum menguat 0,7% menjadi USD 1.400,77, sementara paladium turun 0,3% ke USD 1.193,21.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya