Pramono Larang Ojol hingga Taksi Parkir dan Naik-Turun Penumpang di Dekat Pelican Crossing Stasiun Cikini

Pemprov DKI Jakarta berharap keberadaan pelican crossing tersebut mencegah munculnya titik kemacetan baru di jalur yang sudah padat kendaraan.

oleh Winda NelfiraDiperbarui 15 September 2025, 17:54 WIB
Pelican Crossing di Stasiun Cikini (Foto: Winda Nelfira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, melarang area sekitar pelican crossing Stasiun Cikini, Jakarta Pusat jadi tempat parkir maupun naik-turun penumpang. Tujuannya, mencegah munculnya titik kemacetan baru di jalur yang sudah padat kendaraan.

“Saya tadi meminta enggak boleh ada yang parkir di sini apakah itu ojol, taksi, atau apa pun. Kalau itu diizinkan, pasti di sini akan menjadi tambah macet dan crowded,” kata Pramono di kawasan Stasiun Cikini, Senin (15/9/2025).

Akan Ditempatkan Petugas

Hal ini dilakukan untuk memudahkan mobilitas para pengguna commuter line saat menyeberang dan memasuki area stasiun secara lebih aman. (merdeka.com/Arie Basuki)

Pramono menjelaskan, pelican crossing di Cikini merupakan respons cepat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terhadap masukan publik. Ia menyebut persoalan penyeberangan pejalan kaki sebenarnya sederhana, namun jika tidak segera ditangani bisa menimbulkan risiko keselamatan dan masalah lalu lintas.

“Terus terang secara cepat kita merespons apa yang menjadi masukan, saran dari publik. Karena memang ketika melihat problemnya simpel tapi tidak segera diselesaikan, saya berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan dan juga dengan asisten pembangunan untuk ini segera diselesaikan,” jelas Pramono.

Selain menekankan larangan parkir dan naik-turun penumpang, Pramono juga memastikan pengawasan di lapangan akan dilakukan di titik itu. Petugas dari dinas terkait bakal disiagakan di lokasi.

“Ya dengan sendirinya yang pasti akan ada yang ngawasin,” katanya.

Koordinasi dengan PT KAI

Pejalan kaki melintasi penyeberangan pejalan kaki yang dikontrol lampu lalu lintas atau dikenal sebagai persimpangan pelikan (pelican crossing) di sisi timur Stasiun Cikini, Jakarta, Senin (15/9/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)

Pramono berujar, untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pramono meminta agar KAI cepat memberikan laporan jika terdapat kendala lalu lintas akibat pelican crossing tersebut ke depan.

“Kami berkoordinasi dengan KAI bersama-sama. Kalau memang ada problem itu mohon kami segera diinformasikan untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Meski demikian, ia berharap kehadiran pelican crossing baru tetap membawa manfaat bagi warga, khususnya pejalan kaki yang kerap melintas di kawasan Cikini.

“Mudah-mudahan dari yang kecil ini bisa bermanfaat, berguna bagi masyarakat,” ucap dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya